Yuspita Anjar Palupi Redaktur SatelitPost
Yuspita Anjar
Palupi
Redaktur SatelitPost

JELANG Ramadan dan Hari Raya Idulfitri persoalan pengamanan stok dan menjaga stabilitas harga bahan pokok menjadi agenda rutin pemerintah. Pemerintah, melalui Kementerian Perdagangan terus berupaya untuk memastikan ketersediaan kebutuhan pokok di tengah masyarakat dalam kondisi aman. Mulai dari beras, gas elpiji, hingga urusan bumbu dapur menjadi sasaran monitoring pemerintah.

Realitasnya masih saja ada daerah yang mengalami kelangkaan barang. Kalaupun ada, harga komoditi yang dimaksud juga berada di level tertinggi. Sehingga membuat masyarakat, khususnya yang masuk dalam golongan menengah ke bawah menjerit.

Seperti kemarin, ketika tiba-tiba harga bawang putih naik hingga dua kali lipat. Kini usai digelontor impor dari luar negeri, harga bawang putih pun kembali normal.

Tapi apakah kebijakan impor harus selalu menjadi jalan keluar untuk menyetabilkan harga komoditas yang melonjak di pasaran? Bagi kalangan petani, tentu saja kebijakan ini sangat merugikan dan dianggap tak membela kaum petani.

Menilik sejarah negeri ini yang dikenal sebagai negeri agraris. Hampir sebagian besar penduduknya bermata pencaharian di sektor pertanian. Indonesia juga diakui dianugerahi sumber daya alam melimpah dan tanah yang subur dengan keaneragaman hayati yang tinggi. Hingga ada ungkapan “tongkat kayu dan batu jadi tanaman”.

Pemerintah, melalui Kemeterian Pertanian juga mendorong para petani tanah air yang sekarang jumlahnya mulai menurun untuk terus meningkatkan produktivitas. Terlepas dari maraknya alih fungsi lahan, Kemeterian Pertanian getol membagikan sejumlah stimulan bantuan. Mulai dari alat mesin pertanian, bibit, dan sarana produksi pertanian guna mendongkrak produksi pertanian. Sehingga swasembada pangan terwujud dan tak berakhir sebagai wacana.

Tapi di sisi lain, pemerintah melalui Kementerian Perdagangan justru membuat kebijakan yang “memporakporandakan” mentalitas para petani tanah air. Bagaimana tidak, ketika para petani digenjot untuk mendongkrak produksi, Kemdag dengan leluasa melaksanakan kebijakan impor guna menjaga stabilitas harga.

Untuk itu perlu dipilih kebijakan yang tepat. Sebagai win win solution. Yakni bisa menjamin ketersediaan pasokan dan stabilitas harga bahan pokok pangan tanpa harus “mengorbankan” dan membunuh mental petani kita.(yuspita@satelitpost.com)