BANJARNEGARA, SATELITPOST-Selasa (10/10) pukul 13.00 WIB Pasar Desa Purwasaba Kecamatan Mandiraja terbakar. Kebakaran itu diduga akibat korsleting listrik.

Kobaran api pertama kali muncul dari sebuah kios makanan anak-anak milik Tuyem (45). Api langsung membesar dan melalap sejumlah kios yang ada di pasar tersebut.

Darmo Suwito (56) warga Desa Purwasaba yang menjadi saksi mata mengatakan, kobaran api pertama kali terjadi pukul 13.00 WIB. Saat itu dia sedang berbincang dengan pedagang ayam di depan rumahnya. Tak lama berselang, dia melihat kepulan asap hitam tebal bersumber dari pasar.

“Saat saya mencoba lari menuju pasar, kobaran api sudah membesar. Api bersumber dari kios milik Tuyem. Saya kemudian teriak dan memukul tiang telephon untuk mengumpulkan warga,” katanya.

Hal senada juga diungkapkan saksi lainnya Ikhwan. Dia melihat kobaran api dari kios jajanan anak. Setelah warga berkumpul, mereka berusaha memadamkan api dengan alat seadanya. “Saat kejadian angin kencang, sehingga api dengan cepat menyambar dan membakar semua los pasar,” ujarnya.

Tak lama berselang, mobil pemadam kebakaran dari Pemkab Banjarnegara datang dan langsung menyemprotkan air untuk memadamkan api. Pukul 16.00 WIB, setelah api menghanguskan 202 kios yang ada di pasar tersebut, api baru dapat dipadamkan. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kondisi pasar luluh lantak dengan kerugian ditaksir mencapai Rp 1,5 miliar.

Proses pemadaman api menggunakan mobil kebakaran di bawah komando Dandim 0704 Banjarnegara Letkol Inf Bagas Gunanto bersama Wakapolres Banjarnegara Kompol Widiyantoro. ([email protected])

Komentar

komentar