CILAAP, SATELITPOST-Meskipun Kabupaten Cilacap menjadi satu daerah dengan surplus beras, namun masih ada daerah yang rawan pangan. Ada sebanyak 209 desa yang tersebar di 24 kecamatan menjadi daerah yang mengalami rawan pangan.

“Kerawanan pangan di Cilacap cukup besar, ada 209 desa yang mengalami rawan pangan,” kata Kepala Dinas Pangan dan Perkebunan Kabupaten Cilacap, Susilan, Rabu (11/10).

Daerah-daerah yang rawan pangan ini, kata dia, merupakan daerah yang juga rawan bencana. Sehingga pada saat terjadi bencana di daerah tersebut bisa mengalami rawan bencana. Pasalnya, Kabupaten Cilacap yang merupakan supermarketnya bencana ini sangat rawan terjadi bencana, mulai dari tsunami, banjir, tanah longsor, dan lainnya.

“Data itu rekomendasi dari BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah, red) yang merupakan daerah-daerah rawan bencana. Kalau tidak terjadi bencana, maka daerah tersebut tidak terjadi kerawanan pangan,” katanya.

Sampai saat ini, belum pernah ada daerah yang terjadi bencana dan mengalami kerawanan pangan. Karena selalu ada upaya penanganan langsung dari pemerintah daerah, ketika terjadi  bencana. Selain itu dari instansi terkait juga melakukan berbagai upaya agar tidak terjadi bencana, seperti pembuatan tanggul di Pantai Tegalkamulyan sebagai antisipasi rob, dan lainnya.

Dinas Pangan dan Perkebunan, kata dia, juga menyiapkan cadangan pangan berupa sebanyak 20 ton setiap tahun, termasuk juga ada juga dari pemerintah pusat 100 ton.

“Kita kepada masyarakat juga menyosialisasikan untuk terus menghidupkan lumbung-lumbung kembali, agar tetap memenuhi ketahanan pangan,” katanya. (ale)

Komentar

komentar