PURBALINGGA, SATELITPOST-Sebanyak 28 mantan pekerja seks komersial (PSK) di Purbalingga dibekali keterampilan berwirausaha. Tujuannya, agar bisa memperbaiki perekonomian sehingga tidak kembali pada aktivitas yang pernah dijalani sebelumnya.

Pembinaan dan pemberdayaan tersebut dilakukan langsung oleh Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Jawa Tengah, di Aula Kantor Dinas Sosial Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak (Dinsosdalduk KB P3A) Kabupaten Purbalingga, Selasa (10/7).

“Tidak hanya eks PSK, tapi juga mantan narapidana. Masing-masing 35 mantan napi dan 28 mantan PSK,” kata Staf Seksi Rumah Tangga Sasaran dan Korban Perdagangan Orang (RTS dan KPO) Bidang Rehabilitasi Sosial (Rehabsos) Dinsos Provinsi Jateng, Mustafa Nurhidayat, Selasa (10/7).

Ia mengatakan, pelatihan ini merupakan upaya penanganan penyandang permasalahan kesejahteraan sosial (PMKS) di Kabupaten Purbalingga pada khususnya dan di Jateng pada umumnya. “Eks napi dan PSK bagian jadi sasaran. Mereka yang sudah tidak melakukan tindakan melanggar hukum dan norma sosial, harus diberdayakan agar ada perubahan perilaku dan mereka tidak kembali ke dunia hitam,” ujarnya.

Menurut Mustafa, para peserta pelatihan itu sebagian besar sudah tidak melakukan tindak kriminal atau asusila. Sebagian dari mereka tidak bekerja di rumah dan tidak memiliki penghasilan. Oleh karena itu, mereka harus dilatih kewirausahaan yang bermuara pada peningkatan ekonomi masyarakat.

“Mereka tidak hanya diberi pelatihan saja, tapi juga diberi stimulan berupa barang per orang. Kebetulan disepakati mereka akan membuka usaha peternakan. Nanti ada pemantauan dari kami,” katanya.

Dia menambahkan, kegiatan serperti itu dilakukan tidak hanya di Purbalingga saja, tapi juga di 34 kabupaten kota lainnya. Pihaknya bekerja sama dengan kepolisian, Depag, Dinkes, tokoh agama, Dinpermades dan Dinsos kabupaten.

Sementara itu, Kepala Dinsosdalduk KB P3A Kabupaten Purbalingga, Wahyu Ekonanto mengatakan, pengentasan PMKS terus digencarkan. Mereka harus diberdayakan dan menjadi wirausahawan sehingga bisa meningkatkan ekonomi mereka dan permasalahan PMKS bisa teratasi. (amin@satelitpost.com)