Para pemilih menggunakan hak pilihnya di Lapas Kelas II A Purwokerto, Rabu (17/4). SATELITPOST/ANANG FIRMANSYAH

PURWOKERTO, SATELITPOST-Sebanyak 405 Penghuni Lembaga Pemasyarakat (Lapas) Kelas IIA Purwokerto dipastikan tidak dapat mencoblos. Pasalnya, mereka yang tidak mencoblos lantaran tidak terdaftar Nomor Induk Kependudukan (NIK) maupun belum mendaftar DPTb A5, Rabu (17/4).

Hal tersebut dibenarkan oleh Kalapas Kelas IIA Purwokerto, Bambang Basuki dimana dari total 865 DPT tersebut hanya 460 saja yang bisa melakukan pencoblosan. “Kemarin nomor NIK mereka tidak terbaca dan di sini itu kan keluar masuk jadi ada yang belum mendaftar DPT, jadi yang bisa mencoblos itu sebanyak 460, itu sudah termasuk petugas kami dan masyarakat sekitar yang TPS-nya berada di sini,” ujarnya.

Padahal untuk memberikan hak pilih kepada 405 nara pidana (napi) pihaknya telah meminta bantuan terhadap KPU dan bakan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dindukcapil). “Saat di track dari KPU tidak ada, bahkan sampai dinduk capil juga NIK-nya tidak ada, kebanyakan yang tidak bisa itu pindahan dari Jakarta,” kata dia.

Ada empat TPS yang berada di lapas tersebut, dimana menurut Bambang kendala saat pencoblosan yakni kertas suara yang memang tidak langsung diberikan sebanyak kuota yang tersedia. “Kendalanya surat suara yang presiden itu kehabisan, pertama 100 saja, kemudian di drop lagi. Jadi habis ambil lagi,” kata dia.

Sementara itu menurut seorang nara pidana, Anton (44), warga Purwokerto yang dipenjara lantaran kasus pengeroyokan tersebut mengaku telah mendapatkan hak pilihnya dan berharap siapapun yang terpilih bisa mensejahterakan masyarakat. “Semoga lebih maju ekonominya, tertata. Kalau rakyat sejahtera nggak banyak napi, kalau di sini yang masuk kan kebanyakan kebutuhan ekonomi,” ujarnya.

Sedangkan menurut napi yang tidak mendapatkan hak pilihnya, Muhammad Nurul Kamal (38), mengaku kecewa tidak bisa memberikan hak pilihnya. “Saya divonis sembilan tahun, dua tahun di Salemba dan baru di sini, di sana bisa di sini sekrang tidak bisa. Katanya datanya tidak terekam,” kata dia.(san)