PURWOKERTO, SATELITPOST-Ribuan warga Nahdatul Ulama Banyumas memenuhi kompleks gedung PC NU Banyumas. Warga NU bersalawat bersama, dipimpin Habib Syech dan sejumlah ulama NU Banyumas, sekaligus membuka Universitas Nahdatul Ulama (UNU) Purwokerto.

Syechkermania atau para penikmat lantunan salawat juga datang memenuhi kompleks gedung PC NU Banyumas. Rektor UNU Purwokerto mengatakan, dalam membuka tahun pertama ajaran baru memang mengundang warga NU di Banyumas untuk berdoa bersama, merestui berjalannya UNU Purwokerto.

“UNU Bersalawat ini sebagai ajang silaturahmi, orang tua, mahasiswa, dosen, ulama dan warga NU. Bagian dari syiar, doa bersama dan semoga mendapat rida Allah atas ikhtiar kami di dunia pendidikan,” kata Ahmad Sodiq, Rektor UNU Purwokerto, kemarin (15/9).

Ia mengatakan, Senin mendatang (18/9) kegiatan belajar mengajar untuk pertama kalinya di UNU akan dimulai. Karena gedung UNU Purwokerto di Karanglewas belum dibangun, maka kegiatan belajar sementara dilakukan di kompleks gedung PC NU Banyumas di Jl Sultan Agung, Karangklesem, Purwokerto Selatan.

“Senin besok kegiatan belajar mengajar pertama UNU Purwokerto mulai berjalan. Berkat dukungan dan doa warga NU serta banyak pihak yang telah membantu,”¬†kata dia.

Ia mengatakan, di tahun ajaran pertama UNU Purwokerto ada sekitar 480 mahasiswa baru. Mahasiswa tersebut, kata dia, tidak hanya dari Banyumas dan warga NU saja.¬†“Sementara ini ada sekitar 480, mungkin bisa 500 mahasiswa nantinya. UNU bukan hanya untuk warga NU, terbuka bagi siapapun yang ingin belajar,” kata dia.

UNU Purwokerto, kata Ahmad Sodiq dibuka dengan akreditasi C, sebab sejak awal sduah mengikuti sistem standar borang sistem akreditasi universitas yang disediakan oleh pemerintah. “Tahun pertama ini kami sudah standar nasional, akreditasi C diberikan langsung. Dua tahun lagi, akreditasi diajukan kembali. Insya Allah dua tahun lagi akreditasinya meningkat,” kata dia.

Mahalnya biaya pendidikan perguruan tinggi juga merupakan tantangan bagi Ahmad Sodiq, agar UNU Purwokerto menjadi institusi yang membuka akses pendidikan setelah SMA/SMK. “Jangan takut kuliah. UNU Purwokerto akan bergotong royong membantu yang kondisi ekonominya terbatas. Kami juga bekerja sama dengan sejumlah Ponpes agar bisa ikut meringankan biaya tinggal saat kuliah di UNU,” kata dia.(kim)