WANAREJA, SATELITPOST-Sekitar 500 warga Desa Sidamulya Kecamatan Wanareja berunjuk rasa menuntut Kepala Desa Sidamulya Toyib Rizal mengubah kebijakan pemekaran RT dan RW, Selasa (10/10). Jika tuntutan tak dipenuhi, maka massa meminta kades mundur.

Unjuk rasa digelar pukul  09.00 sampai dengan 13.50 WIB di halaman Kantor Desa Sidamulya. Sebanyak berjumlah sekitar 500 massa peserta aksi dikawal aparat kepolisian gabungan polsek  dan anggota Dalmas Polres Cilacap.

Menurut Koordinator Aksi, Marsino warga Dusun Bakung RT 1/4 Desa Sidamulya dalam orasinya menyampaikan menuntut pencabutan Perdes Nomor : 8/11/2013 Tanggal 29 November 2013 terkait pemekaran wilayah RT dan RW serta perubahan alamat.

Selain itu dia meminta agar kepala desa secepatnya membenahi administrasi desa yang dianggap merugikan masyarakat dalam waktu secepatnya. Terutama, katanya, pencabutan Perdes Nomor : 8/11/2013 Tanggal 29 November 2017 dan kembali ke alamat lama.

Kemudian meminta agar kepala desa menjelaskan secara transparan terkait biaya prona/pembuatan sertifikat sebesar Rp 600 ribu. Sebab, sepengetahuan masyarakat bahwa program tersebut tanpa dipungut biaya/gratis.

Dia juga meminta agar kades mengubah sifat arogan. Dia pun meminta kades selalu bermusyawarah dengan warga setiap permasalahan berkaitan dengan kebijakan pemerintah desa.

Dia mengancam apabila dalam waktu yang ditentukan ternyata kepala desa tidak melakukan pembenahan, warga meminta kepala desa segera mundur dari jabatannya. “Kami minta kades memenuhi tuntutan kami. Jika tidak maka kami minta kades untuk mundur secepatnya,” katanya.

Selang beberapa lama di tengah ratusan massa yang tengah melakukan aksi, akhirnya dilakukan mediasi dengan perwakilan 8 Dusun Desa Sidamulya untuk melakukan dialog.

Setelah dilakukan dialog antara kepala desa dengan perwakilan yang dimediasi oleh Forkompimcam dan Kabagops Polres Cilacap Kompol Faisal Perdana SIK dicapai kesepakatan Kepala Desa bersedia mencabut Perdes Nomor : 8/11/2013 Tanggal 29 November 2013 dan memproses alamat baru dikembalikan menjadi alamat lama dengan Perdes yang baru.

Untuk itu aplikasi perekaman e-KTP untuk Desa Sidamulya di kecamatan akan ditunda pelaksanaannya sampai dengan berlakunya Perdes yang baru. Berkaitan Prona untuk sementara ditunda pelaksanaannya. Adapun yang sudah terlaksana sebanyak 175 sertifikat yang masih menggunakan alamat baru akan segera diubah dengan alamat lama. Kepala Desa juga bersedia melakukan pembenahan pemerintahan desa secara menyeluruh.

Hasil kesepakatan disampaikan Sukirto dari Dusun Sidodadi RT 3/3. Setelah disampaikan hasil kesepakatan dalam dialog, warga dapat menerima dan selanjutnya membubarkan diri. Selama Aksi berlangsung situasi aman terkendali.

Camat Wanareja Bintang Dwi Cahyono usai melakukan mediasi menjelaskan, kesepakatan dituangkan dalam surat pernyataan bermeterai yang ditandatangani kades dan perwakilan warga pendemo.

Camat juga menanggapi tuntutan pecabutan Perdes Nomor :8/11/2013 Tanggal 29 November 2013 dan memproses alamat baru dikembalikan menjadi alamat lama dengan Perdes yang Baru. Menurutnya, penggantian alamat yang baru harus melalui mekanisme pencabutan Perdes yang lama dengan mempersiapkan Perdes yang baru. Selain itu juga sambil meminta petunjuk Bupati cq Asisten Tata Pememerintahan, Sekda Cilacap dengan tembusan ditujukan sekda, komisi A DPRD, Dispermades Kadisdukcapil, Kabag Hukum dan Kabag Pemeritahan. ([email protected])

Komentar

komentar