MOMEN wisuda Ahmad Sofia Robbani, satu di antara wisudawan Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) tahun 2018 yang sukses baik di bidang akademik maupun non akademik.

Ahmad Sofia Robbani, satu di antara wisudawan Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) tahun 2018, sangat menyadari prestasi akademik tidak hanya menjadi satu-satunya tujuan dalam perkuliahan. Selain menjalani aktivitas perkuliahan, ia juga aktif di berbagai organisasi.

Sebab, ia mengaku sadar kemampuan akademiknya tidak cukup untuk menjadi bekal memasuki dunia kerja. Karena dunia kerja menurut dia bukan hanya sekadar bermodal nilai akademik, tapi juga keterampilan berorganisasi.

Mahasiswa yang telah merampungkan studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UMP ini memang aktif di berbagai organisasi. Bahkan, ia masih aktif berorganisasi, meskipun sedang mengerjakan tugas akhir dan magang di Humas UMP.

“Di organisasi kita belajar bekerja sama dengan berbagai karakter manusia, dan kesempatan mengembangkan kemampuan berbicara di depan publik. Khusus belajar berbicara di depan publik, yang kemudian memberikan saya dua kali kesempatan untuk ikut lomba pidato tingkat provinsi mewakili UMP,” katanya.

Pria kelahiran Sirampog, Brebes ini mengatakan, berorganisasi baginya adalah tentang belajar banyak hal yang tidak sempat didapatkan di ruang kuliah. “Saya memiliki moto menjadi penting itu baik, tetapi menjadi baik jauh lebih penting. Sejak semester satu sudah ikut aktif dalam berbagai kegiatan organisasi dari tingkat UKM, BEM, DEMA, HMPS,” kata dia.

Pada tahun 2015, melalui sebuah pemilu raya. Ia mendapatkan amanah menjadi ketua umum Himpunan Mahasiswa Program Studi PBSI UMP. Mengelola lembaga eksekutif tingkat prodi dengan jumlah mahasiswa mencapai 300 lebih.

“Itu menjadi satu momentum yang sulit untuk dilupakan karena jujur tidak pernah ada pikiran untuk menjadi ketua umum. Bismillah, dengan modal itu dan sedikit pengalaman periode sebelumnya saya bersama teman-teman belajar menyatukan mimpi, dan merumuskan program kebermanfaatan,” katanya.

Perjalanan selama memimpin HMPS PBSI tidak begitu saja dilewati dengan mudah, banyak rintang dan kendala yang ia dapatkan. “Tentu selama menjalankan amanah kadang dihadapkan pada masalah, tetapi berusaha selalu kembali mengingat tujuan cita-cita ketika awal pelantikan dulu,” ujarnya.

Aktivitas di organisasi tidak membuat ia melupakan tanggung jawab kuliah. Baginya, kesibukan di organisasi tidak boleh mempengaruhi kualitas perkuliahan. Keduanya bisa berjalan dengan beriringan tanpa saling mematikan satu sama lain.

“Dengan berorganisasi kita belajar manajemen waktu, selain itu aktivitas di organisasi memiliki andil dalam proses perkuliahan. Belajar untuk pandai menempatkan diri dalam mengoptimalkan waktu. Waktunya belajar kita harus konsisten belajar, waktunya berorganisasi punya komitmen dengan organisasi,” kata dia.

Menurutnya, dari sekian banyak anak muda di Indonesia, tidak semua mampu merasakan pendidikan hingga perguruan tinggi. “Ini merupakan karunia yang Allah berikan kepada kita, memiliki kesempatan mengenyam pendidikan sampai jenjang perguruan tinggi. Maka saya mencoba menggunakan kesempatan ini dengan baik,” kata Bani.

Di UMP, lanjut Bani, mendapatkan ruang untuk berekspresi, belajar berkontribusi. Ini pula yang pada akhirnya membuat Bani belajar memahami bahwa rencana Allah itu jauh lebih baik.“Pada perjalanan, akhirnya saya sadar ketika takdir ini mengantarkan saya untuk kuliah di UMP, Allah telah menyiapkan skenarionya. Ada ruang interaksi, yang mungkin saja tidak didapatkan ketika saya memaksa di tempat lain,” katanya. (alf)