PURBALINGGA, SATELITPOST - Himbauan kepada masyarakat untuk hidup sehat terus digencarkan Pemkab Purbalingga. Plt Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi turun langsung, keliling dadi kecamatan ke kecamatan. Kamis (7/2), Tiwi dan jajaran Pemkab menyambangi Desa Kembaran Wetan Kecamatan Kaligondang, pada gelaran kegiatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Kepada masyarakat setempat, Tiwi menyampaikan agar masyarakat terus berusaha melakukan gaya hidup sehat. Gaya hidup yang baik akan mencegah datangnya penyakit. Tubuh yang sehat akan memberi dampak baik pada produktivitas diri. "Ayo lakukan gaya hidup sehat, sehingga akan meningkatkan semangat dan produktivitas diri," ujar Tiwi dihadapan ratusan masyarakat, Kembaran Wetan, kemarin. Gaya hidup sehat, lanjut Tiwi, bisa dimulai dengan konsumsi makanan sehat. Istirahat cukup, dan olahraga. Dia juga mengimbau agar masyarakat menghindari asap rokok. Pasalnya, hasil konsultasi dengan dokter Puskesmas setempat, di Kaligondang banyak masyarakat terserang TBC. “Saya tadi diskusi dengan dr.Ayu. Katanya di Kecamatan Kaligondang ada banyak kasus TBC dan penyakit paru-paru. Maka dari itu marilah kita berhenti untuk merokok agar kesehatan kita tetap terjaga,” ujarnya. Tiwi menyampaikan, bahwa biaya berobat saat ini tidak murah. Oleh karena itu, mencegah itu lebih baik, dari pada mengobati. Itulah pentingnya menjaga kesehatan. Selain itu, jika tubuh sehat maka akan berkorelasi dengan tingkat perekonomian. “Biaya pengobatan sekarang mahal. Makanya saya mengajak kepada seluruh warga Desa Kembaran Wetan untuk selalu menjalankan gaya hidup sehat,” kata Tiwi. Selain itu, Tiwi berharap agar kasus stunting di Kecamatan Kaligondng bisa dituntaskan. Khususnya kepada para ibu menyusui, Tiwi meminta agar balita terus diberi Air Susu Ibu (ASI) sehingga gizi si anak tidak terabaikan. “Kepada ibu-ibu yang mempunyai anak balita saya harap tetap memberikan ASI eksklusif pada anaknya agar balita di Kecamatan Kaligondang ini tetap sehat,” katanya. Pada acara tersebut masyarakat bisa melakukan cek kesehatan khususnya screening HIV/AIDS, cek tekanan darah. Ada juga sosialisasi Pemilu dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Purbalingga yang mengajak masyarakat untuk datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) 17 April mendatang. (min)

PURWOKERTO, SATELITPOST-Hakim yang mempimpin persidangan terkait pecemaran lingkungan di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) antara warga Desa Tipar Kidul, Kecamatan Ajibarang dengan Pemkab Banyumas, Yulanto Prafifto Utomo memutuskan persidangan perdata berakhir damai. Kedua belah pihak menyepakati perdamaian dalam forum mediasi pada tanggal 31 Januari, di Pengadilan Negeri (PN) Purwokerto, Kamis (7/2/2019).

“Telah terjadi kesepakatan perdamaian antara penggugat dan tergugat pada Kamis 31 Januari 2019 dalam forum mediasi,” kata Hakim Ketua, Yulanto yang membacakan putusan di ruang sidang Prof R Soebekti SH Pengadilan Negeri Purwokerto.

Dalam persidangan yang juga dihadiri kuasa hukum penggugat warga Desa Tipar Kidul, Juniato dan tergugat Pemkab Banyumas yang diwakili bagian Hukum Setda Banyumas, Adi Prasetyo. Keduanya menyatakan menerima putusan tersebut.

Pada keputusan persidangan ini, juga disepakati beberapa ketentuan seperti Pemkab Banyumas akan mereklamasi lahan TPA Tipar Kidul secara bertahap dimulai pada tahun 2019. Reklamasi akan menggunakan alokasi anggaran pada APBD 2019.

Selain itu, Pemkab juga sepakat akan melakukan penutupan TPA Tipar Kidul dengan tata cara yang sesuai dalam undang-udang yang berlaku. Tidak hanya itu, pemkab juga akan memberikan bantuan sosial kepada pemilik lahan yang terdampak TPA Tipar Kidul. Namun, nilai bantuan sosial ditentukan melalui mekanisme pemeriksaan oleh dinas, intansi dan pihak-pihak terkait.

Atas putusan tersebut, perwakilan warga Desa Tipar Kidul, Suyoto Bayu berharap kesepakatan yang sudah diputuskan bisa segera direaliasikan, antara lain bantuan sosial untuk warga terdampak. Ia juga berharap bantuan diberikan dalam kurun waktu beberapa tahun ke depan hingga lahan pertanian di sekitar TPA tersebut bisa digunakan atau produktif kembali.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, sebanyak 20 warga pemilik lahan pertanian di sekitar TPA Tipar Kidul menggugat Pemkab Banyumas dalam hal ini Bupati Banyumas, Achmad Husein dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Suyanto. Mereka melayangkan gugatan karena menurut mereka TPA Tipar Kidul telah menyebabkan pencemaran lingkungan pada lahan pertanian seluas 10 hektare selama belasan tahun.(sandi@satelitpost.com)