BUPATI Banyumas, Ir Achmad Husein didampingi Ketua STMIK Amikom Purwokerto (kiri) melihat profil desa dalam Ekspo KKL STMIK Amikom Purwokerto di Balai Kecamatan Tambak, Banyumas, Jumat (15/9).

PURWOKERTO, SATELITPOST-Bupati Banyumas, Ir Achmad Husein menutup kegiatan KKL STMIK Amikom Purwokerto di Balai Kecamatan Tambak, Jumat (15/9). Penutupan dan penarikan 264 mahasiswa KKL STMIK Amikom Purwokerto dihadiri sekitar 600 orang dari seluruh perangkat desa di Kecamatan Tambak dan Kecamatan Sumpiuh.

Dalam penutupan KKL tersebut juga digelar ekspo mahasiswa KKL di dua kecamatan tersebut. Ekspo tersebut menampilkan hasil KKL, di antaranya profil desa, serta eksplore UMKM potensi masing-masing desa.

‎Sekertaris LPPM STMIK Amikom Purwokerto, Kuat Indartono ST MEng‎ mengatakan, dalam ekspo KKL tersebut yang diutamakan adalah profil desa masing-masing kelompok. Ditambah potensi masing-masing desa yang didampingi.

Sebab, fokus utama mahasiswa KKL STMIK Amikom Purwokerto menurut dia memang pada pendampingan pembuatan profil desa dan pelatihan komputer dasar. “Namun, kalau sudah selesai juga dihimbau melakukan pendampingan esksplore potensi desa. Arahnnya untuk meningkatkan ekonomi masyarakat melalui unggulan daerah,” kata Kuat.

‎Itu pun menurut dia, lebih pada pendampingan. Melalui analisi masalah dari potensi seperti produk unggulan, UMKM lokal. Dengan meningkatkan SDM yang ada, supaya bisa mengemas dan meeningkatkan produknya. “Di antaranya, seperti misal UMKM di satu desa terkendala pemasaran, mahasiswa memberikan solusi dengan membuatkan website pemasarannya,” kata dia.

Kuat mengatakan, sebelumnya, pemerintah melalui Dinas Kominfo telah membuatkan domain untuk masing-masing desa. Dan membuat program, semua desa harus masuk ke dalam google map.

Mahasiswa KKL STMIK Amikom Purwokerto kemudian mendampingi pemerintah desa dan kecamatan setempat dalam melakukan pengelolaan website desa tersebut. Satu di antaranya mendampingi pembuatan profil desa dalam bentuk video dan mengunggahnya. Serta melengkapi dengan potensi-potensi desa yang ada.

“Karena kita basisnya IT, arahannya supaya masyarakat desa terutama perangkat desa bisa menggunakan komputer dengan lancar dan memanfaatkan internet secara sehat bagi anak-anak,” katanya.

Sementara itu, Ketua STMIK Amikom Purwokerto, Dr Berlilana SP SKom MSi mengatakan, selama ini penggunaan website desa belum digunakan secara optimal. Padahal, banyak hal yang bisa digunakan untuk menunjang kehidupan sehari-hari.

“Harapannya, info dari desa akan lebih mudah. Karena segala sesuatu, komunikasi maupun pendataan kalau kita memanfaatkan ICT akan lebih efektif dan efisien,” kata Berlilana.

Dengan berkembangnya kemajuan zaman, menurut dia mau tidak mau harus menguasai kemampuan teknologi. Peran STMIK Amikom Purwokerto menurut dia, untuk mencoba membuat teknologi bukan sesuatu hal yang sulit mereka lakukan. “Tapi justru bisa menunjangan pekerjaan mereka,” katanya.

Lebih lanjut, melalui KKL STMIK Amikom Purwokerto tersebut, Berlilana mengungkapkan, ingin membangun Banyumas menjadi percontohan smart village. Sebab, smart city sudah mulai muncul, yang belum muncul smart village. “Saya ingin juga membuat smart village, mulai dari Banyumas. Bagaimana masyarakat pahan dan mengerti serta mau menggunakan ICT dengan baik dan benar. Karena perkembangan merupakan satu keniscayaan, bagaiaman memanfaatkan dengan baik,” kata dia.

Makanya, melalui KKL, menurutnya STMIK Amikom Purwokerto ingin mencoba mendampingi supaya masyarakat memahami. Sebab, Kominfo sudah memberikan program namun belum optimal. “Mahasiswa KKL STMIK Amikom Purwokerto ini untuk menyiapkan SDM. Kalau infrastruktur, sarana dan prasarana nomor sekian. Karena kalau SDM belum siap semuanya akan mubazir,” katanya.‎ (alf/adv)