KARANGKOBAR, SATELITPOST-Warga Kecamatan Karangkobar sedang diliputi kekhawatiran. Warga setempat tidak bisa tidur nyenyak karena diteror serangan babi hutan.

Babi hutan tersebut sudah masuk ke permukiman warga di Desa Sampang, Slatri, Gumelar, Ambal, Jlegong, Karanggondang, Pagarpelah, bahkan hingga Desa Pasuruhan. Tidak hanya itu, seorang warga di Desa Jlegong mengalami luka cukup serius akibat diserang babi hutan beberapa waktu lalu.

Komandan Kodim 0704 Banjarnegara Letkol Inf Bagas Gunanto melalui Danramil 04 Karangkobar Kapten Inf Bambang Apriyanto mengatakan, serangan babi hutan memang sudah cukup meresahkan warga. Untuk itu jajaran TNI dari Koramil 04 Karangkobar bersama dengan Perbakin dan masyarakat melakukan perburuan babi hutan.

Perburuan tersebut dilakukan agar babi hutan kembali ke habitatnya. Tidak hanya itu, jika ada babi hutan yang menyerang, para pemburu juga langsung melumpuhkan dengan senjata maupun anjing pemburu.

“Kami lakukan perburuan dengan sistem dreep. Kami upayakan babi tersebut diusir dari perkebunan warga untuk kembali ke hutan dengan menggunakan anjing pemburu. Kami juga melibatkan Perbakin dalam perburuan,” katanya.

Menurutnya, perburuan ini dilakukan untuk mengembalikan babi hutan ke tempatnya serta mengurangi populasi babi hutan yang mulai brutal dan meresahkan warga. Sehingga keberadaan babi hutan ini tidak lagi merusak perkebunan warga.

Warga Karangkobar Sarwono yang juga anggota Perbakin Banjarnegara mengatakan, rombongan babi hutan merusak tanaman palawija, sayuran, bahkan perkebunan salak. Tidak hanya itu, babi hutan juga sudah masuk ke permukiman penduduk dan meresahkan.

“Kami mencoba koordinasi dengan TNI, ternyata responya baik, sehingga perburuan ini kami lakukan, tentunya di bawah kendali jajaran TNI Koramil 04 Karangkobar. Langkah ini diambil untuk mengurangi kerugian petani akibat tanamannya dirusak oleh babi hutan,” ujarnya.

Kepala Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar Purwanto mengatakan, dengan adanya perburuan tersebut, dirinya berharap serangan babi hutan tidak lagi terjadi. Bahkan dengan berhasilnya menangkap sejumlah babi hutan yang sudah meresahkan ini bisa mengurangi kekhawatiran warga.

“Kami berharap kegiatan ini berkesinambungan, sehingga babi hutan tidak lagi turun sampai ke permukiman dan merusak tanaman warga,” ujarnya. ([email protected])

Komentar

komentar