PullOut: Dari pada kami mengajukan lagi sementara pengajuan yang kemarin-kemarin saja belum dicukupi, lebih baik kami menyatakan untuk tahun 2020 tidak mengusulkan kegiatan baru kepada APBD provinsi – Budhi Sarwono, Bupati Banjarnegara

BANJARNEGARA, SATELITPOST – Pemerintah Kabupaten Banjarnegara, tidak mengajukan kegiatan baru yang dibiayai melalui bantuan keuangan provinsi untuk tahun 2020.

Pernyataan tersebut, disampaikan Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono, saat menyampaikan paparan dan usulan pada kegiatan musyawarah perencanaan pembangunan wilayah (Musrenbangwil) se eks Karesidenan Banyumas, di Pendopo Dipokusumo Purbalingga, Selasa (12/3).

Budhi Sarwono mengucapkan terima kasih dan memuji kepemimpinan Gubernur Ganjar pranowo, karena berhasil mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah sebesar 5,3% di tahun 2018. Pertumbuhan tersebut, bahkan lebih tinggi dari rata-rata nasional sebesar 5,1%

“Dengan membaiknya pertumbuhan ekonomi dan indikator lain seperti tingkat pengangguran, IPM, kualitas infrastruktur serta turunnya angka kemiskinan, membuat kita semakin yakin bahwa Jawa Tengah sejahtera dan berdikari akan segera terwujud,” katanya.

Bupati yang akrab disapa Wing Chin  ini kemudian menyatakan, tidak akan mengajukan bantuan keuangan provinsi. Berbeda dengan tiga kabupaten lainnya, yakni Purbalingga, Cilacap, dan Banyumas yang sudah mengajukan sederet kegiatan kepada propinsi dalam paparan sebelumnya.

“Dengan segala hormat kami sampaikan, bahwa pada tahun anggaran 2020 Kabupaten Banjarnegara tidak akan mengusulkan kegiatan baru untuk dibiayai melalui bantuan keuangan provinsi. Kami konsisten dengan menimbang usulan perencanaan yang sudah diajukan melalui usulan Musrenbangwil tahun 2018 lalu di Cilacap,” katanya.

Seketika, tepuk tangan riuh bergemuruh di Pendopo Dipokusumo Purbalingga. Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, bahkan sempat kaget dengan sikap tegas Bupati Banjarnegara itu.

Kepada media, Budhi Sarwono mengungkapkan, sikapnya itu sesuai dengan komitmen perencanaan yang sudah matang dan disusunnya bersama tim pembangunan Pemkab Banjarnegara.

“Banjarnegara ini sedang berkomitmen dengan sungguh-sungguh dalam perencanaan pelaksanaan, serta pengawasan pembangunan.¬† Kabupaten Banjarnegara¬† bersama-sama Purbalingga, Wonosobo, Banyumas, dan Kebumen, serta beberapa daerah lain di Jawa Tengah, masih berada di zona merah kemiskinan. Ini membutuhkan komitmen kuat dari semua pihak, untuk melaksanakan program pembangunan yang benar-benar efektif dalam menurunkan kemiskinan dan mengangkat harkat dan martabat saudara-saudara kita yang masih hidup di bawah garis kemiskinan,” katanya.

Menurutnya, semua kegiatan pembangunan direncanakan dengan matang beserta DED, serta rincian anggarannya. Sementara program pembangunan yang diajukan ke provinsi, seringkali tidak membuahkan hasil sesuai harapan dan jauh dari perencanaan yang sudah dibuat dengan matang.

“Dari pada kami mengajukan lagi sementara pengajuan yang kemarin-kemarin saja belum dicukupi, lebih baik kami menyatakan untuk tahun 2020 tidak mengusulkan kegiatan baru kepada APBD provinsi,” katanya.

Wing Chin optimistis, APBD Banjarnegara akan mampu mencukupi kebutuhan daerah sendiri. Terlebih, Banjarnegara sudah bertekad untuk mengedepankan kemandirian demi mewujudkan masyarakat yang bermartabat dan sejahtera. (maula@satelitpost.com)