ANGGOTA Bawaslu Jateng,Gugus Risdaryanto memberikan materi dalam sosialisasi,kemarin

BANJARNEGARA,SATELITPOST-Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Banjarnegara menggelar Apel Siaga Pengawasan Pemilu 2019 di halaman Alun-alun Banjarnegara, Jumat (12/4/2019).

Apel yang dihadiri oleh seluruh jajaran Bawaslu, Panitia Pengawas Kecamatan, Panitia Pengawas Kelurahan, Pengawas Tempat Pemungutan Suara (TPS), merupakan upaya Bawaslu dalam menjaga jalannya Pemilu 2019 secara aman, damai, dan kondusif.

Ketua Bawaslu Kabupaten Banjarnegara, Sarno Wuragil mengatakan, Pemilu adalah pesta demokrasi yang harus dirayakan dengan penuh sukacita, damai, dan rasa kebanggaan sebagai sebuah bangsa yang beradab.

Pemilu kali ini merupakan pengalaman baru, sebab ini adalah pertama kalinya dalam sejarah kepemiluan di Indonesia masyarakat memilih anggota DPR RI, DPD, Presiden, DPRD provinsi maupun kabupaten secara serentak.

“Apel ini untuk menyiapkan pengawasan menjelang hari tenang dan hari H, kami menyertakan pengawasan tingkat kecamatan hingga TPS, nantinya akan dilakukan patroli pengawasan dalam rangka pencegahan pelanggaran. Kami juga mengajak para kontestan di hari tenang ini benar-benar tenang,” katanya.

Menurutnya, tidak ada lagi kegiatan kampanye saat hari tenang, karena ini termasuk pelanggaran kampanye di luar jadwal. “Pada saatnya nanti, kami akan melakukan patroli keliling, ini menjadi ihtiar kami dengan keliling agar masyarakat atau kontestan tidak melakukan praktik-praktik pelanggaran, termasuk politik uang yang saat ini menjadi isu besar dalam pemilu,” ujarnya.

Dikatakannya, patroli ini dilakukan sebagai upaya pencegahan akan terjadinya beberapa kerawanan yang kemungkinan terjadi menjelang pemilu, saat pemilu, dan pasca pemilu, praktik politik uang, propaganda isu SARA, dan lainnya.

Dalam patroli keliling nanti, Bawaslu mengerahkan 3.510 personel yang terdiri dari 3.167 pengawas TPS, 278 pengawas desa, 60 pengawas kecamatan, dan 5 personel Bawaslu Kabupaten. (oel)

Masyarakat Harus Ikut Awasi Pemilu

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Jawa Tengah mengajak masyarakat ikut terlibat dalam pengawasan pemilu partisipatif. Hal ini diungkapkan anggota Bawaslu Provinsi, Gugus Risdaryanto saat sosialisasi pengawasan partisipatif di Surya Yudha, Jumat (12/4/2019).

Menurutnya pengawasan dilakukan masyarakat menjadi sangat penting. Ia percaya keterlibatan masyarakat dalam pengawasan pemilu akan memperbaiki kualitas pemilu.

Dia juga mengatakan, banyak kasus yang ditangani Bawaslu terkait pelanggaran pemilu, termasuk memberikan rekomendasi pada KPU untuk mencoret calon anggota legislatif. Hal ini menjadi bukti bahwa pelanggaran pemilu bisa menggagalkan calon kontestan. “Saya berharap dari sosialisasi ini masyarakat bisa ikut mengawasi jalannya pemilu serentak 2019, sehingga pemilu dapat berjalan dengan baik,” katanya.

Selain itu, melalui sosialisasi ini masyarakat juga dapat mengerti dan memahami akan pentingnya pemilu. Sebab, semakin banyak masyarakat yang memahami arti pemilu, maka kualitas pemilu juga membaik. Praktik politik uang dapat dicegah dengan pemahaman masyarakat akan arti pemilu sesuai dengan amanat undang undang.

Sosialisasi yang diikuti oleh para tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, LSM, ormas, dan para pemilih pemula ini dilakukan sebagai sarana untuk memperbaiki kualitas pemilu. Sebab dengan pemahaman tentang pemilih bagi masyarakat ternyata dapat meminimalisir terjadinya praktik-praktik politik uang atau pelanggaran lainnya. (maula al faruq)