LASMI Indaryani

BANJARNEGARA,SATELITPOST-Mantan Manager Persibara Banjarnegara, Lasmi Indaryani mengaku lebih lega setelah menjalani sidang sebagai saksi atas kasus mafia bola di Pengadilan Negeri Banjarnegara, Kamis lalu.

Kepada wartawan, Lasmi berharap agar kasus tersebut segera terbongkar. Setelah itu, pemerintah mampu membersihkan persepakbolaan Indonesia dari mafia.

“Saya berharap apa yang saya lakukan akan membawa perubahan positif di kancah sepak bola tanah air. Sebab, mafia bola ini sangat merugikan, saya yakin banyak tim peserta Liga Indonesia yang sebenarnya menjadi korban dari adanya kasus mafia bola,” katanya.

Menurutnya, sedjak menjadi saksi, pelapor, sekaligus korban penipuan kasus dugaan mafia bola ini dia sempat menjadi sasaran berbagai aksi teror. Namun, adanya dukungan dari masyarakat bola serta adanya perlindungan dari berbagai pihak membuat dirinya semakin mantap untuk terus membuka praktik mafia bola di tanah air.

“Kita tahu sepak bola adalah olahraga rakyat, banyak pencinta bola di tanah air. Ini yang membuat saya semakin kuat,” kata dia.

Sebelumnya diberitakan, Mantan Manajer Persibara, Lasmi Indaryani akhirnya memenuhi janji untuk buka-bukaan data terkait kasus mafia bola di Liga 3 PSSI. Dia menunjukkan beberapa hal terkait permintaan dana dari para terdakwa dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Banjarnegara, Kamis (9/5).

Dalam kesaksiannya, Lasmi mengaku dimintai sejumlah uang oleh terdakwa. Uang tersebut diperlukan untuk membawa timnya lolos ke kasta yang lebih tinggi. Dana tersebut mengalir secara bertahap ke beberapa rekening dan diserahkan langsung. Selain itu, dia juga diminta untuk menjadi Manager Timnas U-16 putri.

“Kalau total anggaran sekitar Rp 1 miliar lebih, baik itu untuk Persibara, termasuk untuk Timnas yang katanya mau diganti, tetapi hingga saat ini belum juga diganti,” kata Lasmi saat memberikan kesaksian kemarin.(maula@satelitpost.com)