SUASANA nyaman dan santai, menjadi daya tarik lebih warung nasi tutug oncom yang dikelola ikhlas di Kota Banjar, Senin (18/3).

BANJAR, SATELITPOST – Sebagai makanan pokok orang Indonesia, mayoritas kreasi kuliner Nusantara menggunakan nasi sebagai bahan utamanya. Selain menjadi kebiasaan orang Indonesia, nasi memang relatif gampang dikreasikan dengan bahan lainnya.

Masyarakat sunda, memilki olahan nasi tradisional yang juga banyak difavoritkan yakni nasi tutug oncom. Sajian khas Urang Sunda dari Tasikmalaya ini, terbuat dari nasi yang diaduk dengan oncom goreng atau bakar dan disajikan dalam keadaan hangat.

Adalah Ikhlas, pengusaha kuliner di Kota Banjar terbilang sukses membuka usaha kulinernya dengan membuka warung nasi tutug oncom. Sejak dirintisnya tahun 2006 silam, sekarang Ikhlas berhasil mengembangkan outletnya di beberapa daerah di Jawa Barat.

Sebelumnya, Ikhlas sempat bekerja di Dinas Kesehatan DKI Jakarta. Setelah tujuh tahun merantau, dia pun memutuskan pulang kampung untuk memulai usahanya.

“Sebelumnya saya sempat membuka usaha kuliner dengan menu andalan ayam goreng, tapi tidak berkembang,” katanya.

Setelah gagal dengan usahanya, Ikhlas tetap gigih dengan usaha di bidang kuliner. Atas saran dari orang tuanya, Ikhlas kemudian memantapkan untuk membuka warung nasi tutug oncom dengan racikan sang ibunda.

“Bermodal dana Rp 20 juta, saya didukung ibu dan keluarga. Usaha kuliner tutug oncom ini dapat dikatakan berhasil, karena ternyata banyak penyukanya,” ujarnya.

Menurut Ikhlas, kaum muda Kota Banjar bisa belajar dari pengalamannya yang tak kenal lelah berkreasi dan berinovasi. Sehingga, bisa meraih kesuksesan sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan.

“Peluang kesuksesan pasti ada kalau kita yakin dan konsisten dalam bidang yang kita geluti,” ujarnya.

Nisa, pelanggan warung milik ikhlas mengaku, menyukai nasi tutug oncom dan memilih berlangganan karena tempatnya nyaman dan santai.

“Makanan tradisional pun apabila dikemas modern, akan naik kelas dan menarik pengunjung dari berbagai kalangan untuk mencicipi dan menikmatinya,” katanya. (cr1)