TNI-POLRI menggelar salat hajat dan doa bersama mengharapkan pemilu 2019 dapat berjalan lancar ,damai dilapangan tenis indoor Banjarnegara Sabtu(13/4).

 

 

“Proses pengamanan dan pengawalan sudah dilakukan sesuai dengan prosedur,” Kapolres Banjarnegara AKBP Aris Yudha Legawa

BANJARNEGARA,SATELITPOST-Jajaran Polres Banjarnegara bersama dengan TNI dan tokoh agama serta masyarakat menggelar salat hajat dan doa bersama. Kegiatan tersebut dilakukan di lapangan tenis indoor Banjarnegara, Sabtu (13/4).

Kapolres Banjarnegara AKBP Aris Yudha Legawa mengatakan, kegiatan silaturahmi babinkamtibmas yang diisi dengan salat hajat dan doa bersama ini dilakukan sebagai satu upaya meminta kepada sang pencipta agar pemilu berjalan aman dan damai.

“Proses pengamanan dan pengawalan sudah dilakukan sesuai dengan prosedur, sehingga kita menggelar doa bersama agar apa yang sudah kita kerjakan memberikan manfaat, sehingga pemilu berjalan dengan aman, damai, dan sejuk,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, juga hadir beberapa tokoh lintas agama dan pengasuh pondok pesantren, para pimpinan pondok pesantren dan tokoh agama ini juga diajak untuk ikut mengajak jamaahnya dalam menjaga kedamaian dan menyukseskan jalannya pemilu.

Sementara itu, Komandan Kodim 0704 Banjarnegara Letkol Inf Dominggus Lopes mengatakan, bersama dengan Polri, prajurit TNI siap mengamankan jalannya Pemilu 2019, tak hanya itu dia juga mengajak masyarakat untuk terlibat langsung dalam menjaga iklim yang kondusif.

“Namanya pesta demokrasi, sudah seharusnya masyarakat senang, bukan malah bermusuhan. Mari kita jaga keutuhan NKRI, perbedaan pilihan hal yang biasa, persaudaraan dan kedamaian menjadi yang utama,” katanya.

Kegiatan tersebut juga diisi dengan tausyiah dari pengasuh Pondok Pesantren Tanbihul Ghofiliin KH Muhammad Hamzah Chasan. Beliau mengajak seluruh komponen masyarakat untuk ikut menjaga dan memberikan hak suaranya ke TPS.

“Gunakan hak pilih Anda, karena ini adalah hak rakyat dalam memilih pemimpin, sehingga sudah seharusnya warga masyarakat datang dan menggunakan hak pilihnya. Sebab hal ini sudah diatur dalam agama,” katanya.

Islam mengajarkan agar patuh terhadap pemimpin, pesta demokrasi ini adalah momentum untuk memilih pemimpin yang sesuai dengan ajaran agama. “Setiap lima tahun, Indonesia memilih pemimpin, dan pemilu ini adalah momentum memilih pemimpin yang akan kita patuhi lima tahun ke depan, sehingga wajib bagi umat islam untuk datang ke TPS dan memilih,” katanya. (maula@satelitpost.com)