Para suporter Persibara turut mengawal sidang lanjutan kasus mafia bola.ISTIMEWA
Para suporter Persibara turut mengawal sidang lanjutan kasus mafia bola.ISTIMEWA

BANJARNEGARA,SATELITPOST-Terdakwa kasus dugaan mafia bola, Kartikasari (Tika) mengaku tidak mendapatkan bagian dari sekian banyak uang yang mengalir dalam kasus tersebut. Hal ini diungkapkannya dalam sidang lanjutan kasus dugaan mafia bola di pengadilan negeri Banjarnegara, Kamis (23/5/2019).

“Saya tidak menerima dan tidak mendapatkan bagian,” kata Tika saat menjadi saksi mahkota di persidangan kemarin.

Menurutnya, uang yang mengalir dari Lasmi Indaryani mencapai Rp 1,2 miliar. Jumlah tersebut tidak semuanya untuk Persibara, ada dana TC Timnas sebesar Rp 300 juta. Sehingga uang yang masuk dan dibagi-bagi sekitar Rp 900 juta.

Menurutnya, pemberian uang tersebut dilakukan bertahap, mulai dari Rp 100 juta, Rp 50 juta, dan lainnya, baik melalui transfer rekening maupun langsung. Namun, dirinya tidak mengetahui persis jumlahnya, sebab dia hanya sebagai perantara dan penyambung antara terdakwa Mbah Priyanto dan Johar Lin Eng kepada Lasmi Indaryani.

Terkait dengan pembagian ‘jatah’ pada para terdakwa, Tika mengaku tidak tahu. Yang pasti pembagian sesuai dengan kewenangan dan jabatan dalam dunia sepak bola. “Saat Persibara akan main, selalu datang tiga orang, yakni Mbah Putih, Mbah Pri, dan Pak Johar. Mereka memiliki tugas yang berbeda, mulai mengatur wasit, hingga hasil pertandingan yang memihak,” katanya.

Dikatakannya, dirinya memiliki peran menyampaikan pesan pada manajer, sehingga ada dana yang mengalir sesuai dengan permintaan. Tidak hanya itu Mbah Pri juga melakukan rincian anggaran untuk non teknis, seperti wasit dan lain-lain. “Idenya dari Mbah Pri yang disampaikan melalui saya kepada Bu Lasmi,” katanya. (maula@satelitpost.com)

 

 

 

Iming-Iming Naik Kasta dari Mbah Pri

BANYAKNYA aliran dana yang masuk kepada para terdakwa tidak lepas dari adanya iming-iming Persibara naik kasta. Hal ini terungkap dalam kesaksian Kartikasari dalam sidang lanjutan kemarin.

“Tenang aja Insya Allah nanti menang. Mbah Pri sempat menyampaikan itu pada bu Lasmi,” kata Tika.

Dengan dasar ini, memang benar Persibara berhasil memenangi beberapa pertandingan, sehingga banyak dana yang mengalir pada para terdakwa. Mereka berdalih bahwa hal tersebut merupakan hal biasa dalam dunia sepak bola.

Menurut Tika, dalam meminta sejumlah uang kepada bu Lasmi, Mbah Pri selalu memberikan rincian, mulai untuk wasit, entertainment, hingga ‘jatah’ bagi komisi disiplin, termasuk ketua Asprov Jateng Johar Lin Eng. “Untuk jumlahnya saya tidak tahu, yang jelas ada rincian dari Mbah Pri,” ujarnya.

Selain itu, dikatakan Tika, para terdakwa Johar Lin Eng dan Mbah Pri sempat akan mengembalikan uang pada Lasmi setelah kasus mafia bola mencuat di media. “Saat itu saya yang ngomong langsung dengan Bu Lasmi kalau Pak Johar dan Mbah Pri akan mengembalikan uang yang sudah diterima, tetapi Bu Lasmi menolak dengan alasan sudah sakit hati,” katanya.

Sidang lanjutan yang diketuai hakim Rudito Surotomo dengan hakim anggota Anggelica Renata dan Fitria Septriana ini difokuskan pada keterangan Tika. (Maula)