PERSONEL BPBD bersama relawan membongkar rumah terdampak bencana di Desa Kebutuhjurang, Kecamatan Pagedongan pada Februari lalu.

BANJARNEGARA,SATELITPOST-Wilayah Banjarnegara yang rawan bencana membuat KPU Kabupaten Banjarnegara mengambil langkah antisipasi dengan menggandeng Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD) Banjarnegara. Keduanya bekerja sama dalam mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan bencana saat pelaksanaan coblosan 17 April mendatang.

Komisioner KPU Banjarnegara, Uswatun Khasanah mengatakan, berdasarkan peta wilayah rawan bencana, Banjarnegara merupakan daerah rawan. Bahkan, 70 persen wilayah masuk dalam zona merah. Tidak hanya itu, dari pengamatan juga terdapat beberapa TPS yang masuk dalam daerah rawan, termasuk wilayah tanah gerak yang ada di Desa Kebutuhjurang, Kecamatan Pagedongan.

“Kami melihat ada kerawanan sehingga kami harus melakukan antisipasi dengan menggandeng pihak BPBD Banjarnegara,” katanya.

Dalam kerja sama ini, KPU menandatangani MoU dengan BPBD Banjarnegara sebagai antisipasi jika terjadi bencana alam. Dengan jalinan kerja sama ini, diharapkan ada tindakan cepat jika jelang pelaksanaan coblosan terjadi bencana. Dengan begitu, bencana yang mungkin terjadi diharapkan ini tidak sampai mengganggu proses demokrasi yang akan berlangsung pada 17 April mendatang.

KPU juga mengimbau agar TPS yang berada di daerah rawan bencana untuk menggunakan struktur yang kokoh. Misalnya, memanfaatkan bangunan sekolah. Dengan demikian, jika terjadi sesuatu pemilih lebih terlindungi. Meskipun demikian, ia berharap tidak sampai terjadi bencana alam.(oel)