LASMI Indaryani bersama AHY.

BANJARNEGARA, SATELITPOST-Lasmi Indaryani, politisi pendatang baru dari Kabupaten Banjarnegara meraih perolehan suara yang sangat signifikan di Pileg 2019. Caleg Partai Demokrat ini diketahui bertarung di daerah pemilihan (dapil) Jawa Tengah VII yang dikenal dengan dapil ‘neraka’.

 

Sekretaris DPC Partai Demokrat Banjarnegara Anas Hidayat mengatakan, berdasarkan hitung cepat yang dilakukan tim internal, Lasmi yang maju dari daerah pemilihan Jawa Tengan VII (Banjarnegara, Kebumen, Purbalingga) berhasil meraih suara 111.365. Dari hitungan internal Partai Demokrat, maka dia berhak melenggang ke Senayan sebagai anggota DPR RI. Lasmi Indaryani menduduki kursi ke 5 dari 7 kursi yang diperebutkan di dapil VII.

 

Perjuangannya untuk melaju ke Senayan bukan perkara mudah. Sebab dapil Jawa Tengah VII merupakan dapil ‘neraka’ bagi caleg yang akan melaju ke Senayan. Nama-nama terkemuka bertarung di dapil Jawa Tengah VII. Di antaranya adalah Ketua DPR RI Bambang Soesatyo, Wakil Ketua DPR RI Utut Adianto, mantan Bupati Purbalingga yang juga mantan Wakil Gubernur Jawa Tengah Heru Sujatmoko.

 

Selain itu ada juga mantan Wakil Bupati Banjarnegara Hadi Supeno, mantan Bupati Banjarnegara Djasri, dan sederet nama lainnya juga bertarung di dapil ini. Dari sederet nama tersebut, Lasmi Indaryani sukses menerobos dengan menduduki kursi ke lima.

 

Dengan perolehan ini, politisi asli dari bumi ngapak ini secara pribadi mengucapkan banyak terima kasih atas kepercayaan masyarakat yang memilihnya. Dirinya menyadari bahwa dukungan masyarakat semakin membesar setelah dirinya berani membuka kasus mafia bola.

Dengan terbongkarnya dugaan mafia bola dan tampil di Mata Najwa menjadikan namanya semakin dikenal masyarakat, sehingga masyarakat mencoblos suara atas nama Lasmi Indaryani. “Saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak, termasuk media massa yang telah mendukung pencalonan saya sebagai calon anggota DPR-RI,” katanya.

Meski sudah terpilih, dia tetap akan memegang janji yang sudah diucapkan saat kampanye, dia akan membawa aspirasi masyarakat dari Dapil VII untuk sejahtera dan akan membawa aspirasi peningkatan prestasi sepak bola.

Bongkar Dugaan Mafia Bola

Nama Lasmi Indaryani belakangan sering jadi pemberitaan. Pasalnya, dia adalah sosok yang berani membongkar dugaan mafia sepak bola Indonesia. Lasmi yang mantan manajer Persibara Banjarnegara ini dikenal sebagai pelapor dugaan pengaturan skor di sepak bola Indonesia.

 

Pelaporan Lasmi itu kemudian ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian. Hasilnya, ada enam tersangka dugaan pengaturan skor di sepak bola Indonesia. Keenam orang tersangka ini adalah anggota Komisi Disiplin PSSI Dwi Irianto alias Mbah Putih, Ketua Asprov PSSI Jawa Tengah yang juga anggota Komite Eksekutif PSSI Tjan Ling Eng alias Johar; mantan anggota Komite Wasit Priyanto dan anaknya Anik Yuni Artika Sari, Direktur Penugasan Wasit PSSI Mansyur Lestaluhu; serta wasit pertandingan Nurul Safarid. Keenam orang tersebut sudah diproses di Pengadilan Negeri Banjarnegara. (maula@satelitpost.com)