KETUA DPD Partai Perindo Banjarnegara Sunarso Kadar Waluyo menyerahkan berkas pendaftaran partai yang diterima langsung oleh ketua KPU Banjarnegara Gugus Risdaryanto, Selasa (10/10).

BANJARNEGARA, SATELITPOST-Penggunaan sistem informasi partai politik (Sipol) sebagai satu mekanisme pendaftaran parpol peserta Pemilu 2019 banyak dikeluhkan. Server KPU dinilai belum mampu mengakses data yang masuk dari seluruh partai calon peserta Pemilu 2019.

Ketua DPD PAN Banjarnegara Sigit Dwi Antoro mengatakan, pihaknya mengalami banyak kesulitan teknis dalam memasukkan data partai politik ke dalam Sipol. Satu kendala yang terjadi adalah upload (unduh) dilakukan manual. Data yang diunduh juga menjadi ganda, sehingga jumlahnya membengkak.

“Kami sudah mencoba upload, dari 1.400 data yang kami masukkan, justru munculnya 4.000 lebih, padahal semua data yang ada harus dilengkapi KTA dan e-KTP sesuai dengan jumlah yang masuk ke Sipol tersebut. Setelah kami cek, ternyata hampir semuanya data yang kami masukkan menjadi ganda, bahkan satu orang menjadi tiga,” ujarnya.

Selain itu, data ganda juga harus dihapus secara manual satu per satu, kondisi ini jelas menjadi kesulitan bagi partai politik. Terkait masalah ini, dia juga sudah melakukan konsultasi dengan KPU Banjarnegara, namun untuk masalah tersebut menjadi kewenangan pusat, sehingga koordinasi dilakukan oleh pengurus pusat.

“Ini masalah bagi kami, untuk masuk saja sulit, belum upload, tambah lagi masalah data,” ujarnya.

Seperti diketahui, pendaftaran partai politik peserta Pemilu 2019 sudah dibuka sejak 3 Oktober dan akan ditutup 16 Oktober 2017. Sebelum menyampaikan berkas pendaftaran langsung ke kantor KPU, masing-masing partai politik calon peserta diwajibkan untuk mengunggah seluruh dokumen persyaratan ke Sipol, untuk kemudian dicetak sesuai dengan format yang telah disediakan dalam sistem tersebut. Dokumen hasil cetak itulah yang harus dibawa ke kantor KPU sebagai persyaratan pendaftaran.

Selasa (10/10), KPU Banjarnegara menerima berkas pendaftaran Partai Persatuan Indonesia (Perindo) sebagai calon peserta Pemilu 2019. Ketua KPU Banjarnegara Gugus Risdaryanto mengatakan, setelah berkas diterima, KPU akan melakukan penelitian berkas sebelum dilakukan verifikasi faktual. (oel)

Komentar

komentar