BUPATI Banjarnegara, Budhi Sarwono meninjau ujian nasional tingkat SMP di SMPN 1 Banjarnegara, Senin (22/4).

BANJARNEGARA,SATELITPOST- Ujian Nasional (UN) tingkat SMP di hari pertama terdapat 60 siswa tak mengikuti UN. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banjarnegara Noor Tamami mengatakan, pada hari pertama ini, pihaknya memang meminta seluruh sekolah untuk mencatat sejumlah siswa yang tidak mengikuti UN, termasuk alasannya.

 

Untuk tahun ini, jumlah peserta UN tingkat SMP dan MTs sebanyak 12.985 peserta yang terdaftar dalam DNT, jumlah tersebut terdiri dari SMP 9.597 siswa dan MTs 3.388 siswa. Jumlah tersebut sudah semuanya yang tercatat, namun pihaknya juga tidak mengetahui kalau ternyata ada siswa yang keluar sekolah meski sudah masuk DNT.

Dikatakannya, banyak penyebab siswa tidak bisa mengikuti UN, termasuk pindah alamat karena mengikuti orangtua, sementara anaknya masih terdaftar sebagai siswa pada sekolah di Banjarnegara. Begitu juga dengan anak yang memang keluar dari sekolah, dan belum diketahui penyebabnya. “Ada kemungkinan juga mereka ikut ujian tetapi tidak di Banjarnegara,” katanya.

 

60 siswa yang tidak mengikuti UN tersebut tersebar di beberapa sekolah, baik SMP maupun MTs negeri dan swasta. Rata-rata mereka sudah keluar dari sekolah, namun masih tercatat sebagai peserta UN dan masuk Daftar Nominasi Tetap (DNT) peserta UN. Menurutnya, belum diketahui berapa siswa yang tidak ikut lantaran dalam keadaan sakit. “Kita belun tahu pasti alasannya,” ujarnya.

Sementara itu sebanyak 15.206 siswa SD/MI menjalani Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN), USBN murid sekolah dasar ini bersamaan dengan pelaksanaan UN tingkat SLTP pada, Senin (22/4).

Pada hari pertama pelaksanaan USBN dan UN ini, Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono, melakukan peninjauan pelaksanaan ujian di SMP Negeri 1 Banjarnegara, didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banjarnegara dan panitia UN.

Kepada panitia, petugas dan pengawas ujian Budhi Sarwono berpesan agar melayani dan mengawasi siswa-siswi peserta ujian dengan sebaik-baiknya.

“Tanggaplah barangkali ada siswa yang sakit atau membutuhkan pertolongan kesehatan lainnya. Tidak hanya itu, panitia juga harus tanggap mengatasi gangguan dari lingkungan di luar sekolah yang mengganggu jalannya UN, seperti suara bising dan sejenisnya,” katanya.

Lebih jauh bupati menekankan untuk menjunjung sportivitas dan kejujuran dalam ujian, dengan mengantisipasi pelanggaran atas apa yang sudah menjadi peraturan.

“Saya optimistis, pelajar Banjarnegara adalah generasi sportif yang menjunjung tinggi kejujuran, sehingga saya yakin semua bisa mematuhi dan mengindahkan peraturan ujian. Selamat mengerjakan USBN dan UN. Semoga lancar, tidak ada halangan yang berarti,” ujarnya.

Kepala Dindikpora Kabupaten Banjarnegara Noor Tamami mengatakan, untuk jenjang SD/MI jumlah siswa yang mengikuti USBN tahun ini sebanyak 15.206, terdiri atas 12.060 siswa SD dan 3.146 siswa MI.

“Jumlah penyelenggaranya ada 823 sekolah, yakni 623 SD dan 200 MI. Jumlah peserta yang 15.206 siswa bisa dirinci dari sekolah negeri sebanyak 11.735 siswa, sementara dari sekolah swasta 3.471 anak,” katanya.

Dari pantauan hari pertama hingga ke wilayah kecamatan, secara umum pelaksanaan USBN dan UN berjalan dengan lancar dan aman, serta tidak ada masalah yang berarti. (maula@satelitpost.com)