BANJARNEGARA, SATELITPOST – Sembilan dari 11 sekolah, berhasil lolos sebagai Sekolah Adiwiyata Banjarnegara. Keputusan tersebut ditetapkan dalam rapat pleno tim verifikasi lapangan, Rabu (27/11).

Ketua tim verifikasi lapangan, Sudarso mengatakan, tim verifikasi terdiri dari unsur dinas lingkungan hidup, dinas pendidikan, kementerian agama, LSM lingkungan, serta unsur media (pers).

Menurutnya, pemilihan Sekolah Adiwiyata bukanlah perlombaan. Dari 11 sekolah nominasi, dua sekolah yakni SMPN 2 Purwanegara dan SDN 1 Sigaluh, terpaksa gagal menyandang predikat sebagai sekolah adiwiyata karena nilainya di bawah batas minimal yang sudah ditetapkan.

Untuk tingkat kabupaten kata dia, dari total nilai 80 minimal sekolah mendapatkan nilai 56. Sementara dari 11 sekolah yang nilainya di atas 56 hanya ada 9 sekolah meliputi SMPN 1 Susukan, SDN 1 Piasa Wetan, SMPN 1 Purwanegara, MTsN 2 Banjarnegara, SMPN 1 Madukara, MIN 3 Banjarnegara, SMPN 2 Rakit, MI Ahsanul Ulum, dan SMPN 1 Pejawaran.

Dalam penilaian sekolah adiwiyata terdapat empat komponen meliputi, kebijakan berwawasan lingkungan, pelaksanaan kurikulum berbasis lingkungan, kegiatan lingkungan berbasis partisipatif, serta pengelolaan sarana pendukung ramah lingkungan.

“Sekolah yang lolos tingkat kabupaten ini nantinya akan dibuatkan SK oleh bupati, sebelum melaju ke tingkat provinsi. Artinya, pada tahun 2020 mendatang ada 9 sekolah adiwiyata baru di Banjarnegara yang maju ke tingkat provinsi,” ujarnya. (oel)