BANJARNEGARA,SATELITPOST-Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mengabulkan permohonan perlindungan kepada Lasmi Indaryani. Wanita yang menjadi pelapor dugaan kasus mafia bola. Pernyataan ini disampaikan Lasmi melalui kuasa hukumnya, Boyamin Saiman dalam keterangan tertulisnya, Jumat (12/4/2019).

“Kabar ini diterima kemarin melalui telepon dari LPSK. Selaku pelapor pada kasus dugaan mafia bola, permohonan perlindungan telah dikabulkan oleh LPSK,” kata Boyamin.

Menurut Boyamin, permohonan perlindungan LPSK ini dibutuhkan untuk menjaga keamanan kliennya. Sebab, Lasmi adalah saksi utama yang keterangannya sangat dibutuhkan pada saat penyidikan di Satgas Anti Mafia Bola atau pada saat nanti di persidangan.

“Klien kami selaku pelapor atau korban mafia sepak bola sempat mendapat ancaman atau teror melalui media sosial,” katanya.

Seperti diketahui, enam tersangka kasus mafia bola sudah dipindahkan dan diserahkan ke kejaksaan negeri Banjarnegara untuk dilanjutkan dengan pembuatan dakwaan sebelum dilimpahkan ke pengadilan. Selain itu, selaku pelapor dan korban, Lasmi juga mempersiapkan diri untuk menjadi saksi dalam persidangan kasus yang dilaporkannya itu. Lasmi pun mengaku siap untuk mengungkap fakta yang diketahuinya di pengadilan.

Dia juga menyambut baik pelimpahan tersangka dari penyidik Polri ke kejaksaan. Diboyongnya para tersangka mafia bola ke Banjarnegara ini menunjukkan segala tuduhan dalam perkara tersebut semakin mendekati kebenaran.

“Kebanyakan saksi memang ada di Banjarnegara. Sebab kasus pertama yang dilaporkan adalah pelaporan menyangkut dugaan penipuan terhadap klub sepak bola di Banjarnegara,” katanya.

Untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi persidangan di Pengadilan Banjarnegara, Lasmi Indaryani memperkuat tim kuasa hukumnya.

Untuk tim kuasa hukum di Jakarta terdiri dari Boyamin Saiman, Kurniawan Adi Nugroho SH, Rizky Dwi Cahyo Putra SH, Saminoto SH MH dan Dimas Hengki Surya ASC SH. Sedangkan untuk di Banjarnegara yakni, Happy Sunaryanto SH MH dan Hantoro SH MH. (maula@satelitpost.com)