: Ratusan siswa SMPN 1 Bawang, sedang membatik di halaman sekolahnya, Rabu (13/3). Istimewa

 

 

BANJARNEGARA, SATELITPOST – Sebagai bentuk kepedulian terhadap warisan budaya bangsa, sedikitnya 300 siswa SMPN 1 Bawang menggelar batik kolosal dengan tema pelajar membatik, di halaman sekolah, Rabu (13/3).

Kepala SMP Negeri 1 Bawang, Rita Khotijah mengatakan, melalui kegiatan pelajar membatik ini harapannya akan menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap batik.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga bagian dari gerakan literasi sekolah. Selain itu, sekaligus sarana penyegaran bagi siswa usai menjalankan ujian sekolah.

“Para siswa baru saja menjalani Penilaian Tengah Semester (PTS), sehingga kegiatan ini jadi hiburan sekaligus pengembangan minat dan bakat serta menumbuhkan kecintaan terhadap warisan yang sudah diakui dunia,” katanya.

Dia berharap, generasi muda khususnya dari sekolahnya mampu menjadi bagian dari upaya merawat dan melestarikan aset budaya yang ada di Banjarnegara.

“Banjarnegara memiliki batik khas, bahkan sudah menjadi pakaian resmi dan bergengsi bagi kalangan pejabat. Agar tetap lestari, maka perlu diperkenalkan cara membatik sejak dini,” katanya.

Mesthi Wedhayanti, guru seni budaya SMPN 1 Bawang mengatakan, batik sudah diakui dunia, bahkan pada Mei 2009 lalu sudah ditetapkan sebagai warisan budaya Indonesia.

Dalam kegiatan pelajar membantik ini, para siswa mulai membantik dengan menggunakan kain yang sudah disiapkan termasuk polanya.

“Kami ingin mengajak para siswa mengenal batik lebih jauh, dan merancang bagaimana agar membatik menjadi kegiatan menyenangkan bagi siswa,” katanya. (oel)