BANYUMAS, SATELITPOST –  Menjelang hari Raya Idul Fitri stok darah di UTD PMI Kabupaten Banyumas dalam keadaan minim. Hal ini disebabkan karena adanya peningkatan kebutuhan darah masyarakat sebesar 32 %, dimana sebelumnya 170 kantong darah menjadi 250 kantong darah per hari.

“Adanya kenaikan tersebut dikarenakan  pasien yang membutuhkan darah mengalami kenaikan, misal di RSMS adanya peningkatan pasien Haemodialisa, RS Banyumas terjadi peningkatan transfusi pada pasien Thalassemia. Selain itu, besarnya permintaan darah juga karena stok darah di UTD PMI sekitar Banyumas minim, sehingga rumah sakit di wilayah tersebut meminta darah ke UTD PMI Kabupaten Banyumas,” dikutip dari rilis resmi yang diterima Satelitpost. Lonjakan kenaikan saat  bulan puasa tidak terjadi dalam dua tahun terakhir, lonjakan kenaikan tahun lalu terjadi setelah idul Fitri

Jauh sebelum bulan Ramadhan sebenarnya telah dilakukan upaya antisipasi dengan melihat pengalaman tahun 2017. Langkah antisipasi tersebut antara lain UTD PMI Kabupaten Banyumas tetap mengadakan kegiatan donor darah keliling 3 tempat setiap hari dengan bekerja sama denga Rumah makan, instansi, tempat-tempat potensial dan didukung dengan adanya program pemberian menu donor darah khusus selama bulan Ramadhan. Namun terjadinya penurunan yaitu pada pendonor yang datang ke kantor UTD PMI  sebesar 30 %. Sehingga upaya-upaya yang dilakukan masih belum bisa mencukupi kebutuhan darah masyarakat.

Oleh karena itu, kami berharap kepada masyarakat untuk tetap mendonorkan darahnya melalui kantor UTD PMI ataupun kegiatan donor keliling UTD PMI Kabupaten Banyumas. Khusus bulan ramadhan, pelayanan kegiatan di kantor UTD PMI dilayani sampai jam 23.00 dengan tujuan memberikan kesempatan bagi yang menjalankan ibadah shalat tarawih.