Laman website Better Banyumas.

Pertengahan April 2015 lalu, Banyumas meluncurkan city brand bertajuk Better Banyumas. Peluncuran ini dilaksanakan di momen Hari Jadi Banyumas ke-433. Dalam waktu yang sama, Banyumas juga meluncurkan logo yang saat itu dipercaya mampu mewakili Banyumas yang tengah melangkah ke arah yang lebih baik.

Tiga tahun berjalan, gaung city brand mulai tenggelam. Logo yang seharusnya menjadi citra visual untuk Banyumas bahkan jarang sekali terlihat. SatelitPost mencoba untuk meminta pendapat publik terkait logo tersebut.

Imam, warga Purwokerto Selatan mengaku sudah jarang melihat logo tersebut. Terakhir kali dirinya menjumpai logo dan tag line tersebut adalah saat dirinya melintasi Jalan Pancurawis.  “Terakhir lihat kayaknya pas lewat Pancurawis. Di gedung baru itu (gedung kesenian, red),” kata dia.

Senada dengan Imam, Ine, pekerja swasta di Purwokerto juga mengaku jarang sekali menjumpai logo maupun tag line yang kelahirannya merogoh energi dan kocek yang tak sedikit. “Kalau branding kaya gitu kan harusnya ada di tempat ramai, tempat wisata misalnya. Tapi, yang di Banyumas khususnya yang baru kayaknya nggak ada logo ini deh,” ujar dia.

SatelitPost mencoba menemui beberapa orang lain dan memberikan pertanyaan serupa. Namun, warga yang diwawancarai SatelitPost mengaku jarang melihat logo tersebut. Yang lebih miris lagi adalah penggunaan atau blow up Better Banyumas di dunia maya.

Beberapa akun resmi pemerintah terkesan jarang menggunakan tag line tersebut untuk mengampanyekan potensi Banyumas. Malah, laman web betterbanyumas.com yang sempat digaungkan pada awal kemunculan city brand tersebut dipastikan tidak aktif. Lebih miris lagi, laman tersebut tengah dijual bebas oleh sang pemilik domain. Di halaman utama web tersebut, tertulis jelas bahwa betterbanyumas.com dilego seharga 2.500 dolar AS.

Pemerintah sebenarnya membuka sendiri laman web dengan nama http://betterbanyumas.banyumaskab.go.id. Namun, laman tersebut juga terkesan tidak aktif.

Berkaitan dengan situasi semacam ini, Kepala Bappedalitbang Banyumas, Ir Eko Prijanto MT sempat memberikan pendapatnya. Ia mengakui, blow up tag line Better Banyumas terbilang kurang wow.

Meski demikian, ia menampik anggapan bahwa penggunaan tag line tersebut mandek. “Tidak mandek,  jiwa Better Banyumas itulah yang selama ini kami pegang. Itu semangat untuk menjadi lebih baik dan sudah menginspirasi semua lini di Banyumas,” ujar Eko.

Ditanya soal evaluasi, Eko mengakui, proses tersebut sedikit sulit dilakukan.  Sebab, Better Banyumas merupakan produk bersama yang harus dievaluasi bersama-sama pula. “Evaluasi tidak bisa sendiri. Harus sama stakeholder,” ujar Eko. (pan)