Seni pewayangan saat ini hampir hanya disukai orang-orang lanjut usia. Di sisi lain, tidak banyak remaja yang mengenal seni pewayangan.

Namun, di satu desa di Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas, tepatnya Desa Kediri ada seorang anak yang belum genap berusia 7 tahun begitu menggemari wayang. Yakni, Catur Putra Sinatria, siswa kelas 2 SD Negeri Danasri Desa Kediri UPK Karanglewas.

Di usianya yang masih sangat belia, Catur sudah cukup mahir memainkan tokoh demi tokoh pewayangan. Ia sangat memahami alur cerita-cerita pewayangan.

Di saat anak seusianya asyik mengenal gadget dan teknologi terbaru, Catur justru lebih memilih berkenalan dengan seni pewayangan dan dunianya. Ia memilih ikut melestarikan dan mengembangkan budaya Jawa khususnya wayang kulit.

‎Anak keempat dari pasangan Wahyudi dan Rakis Emilia ini mengaku sangat ingin menjadi seorang dalang terkenal. Makanya, ia selalu rajin latihan, waktu bermainnya, ia manfaatkan belajar dan berlatih pewayangan. Supaya kemampuannya dalam mendalang terus terasah.

Catur mengungkapkan, awalnya ia sama sekali tidak mengetahui wayang. Kesukaannya pada wayang bermula saat melihat gambar wayang di buku Bahasa Jawa milik kakaknya sekitar 6 bulan yang lalu. “Begitu lihat gambar wayang, langsung suka sama wayang. ‎Gambar dan ceritanya bagus,” kata dia dengan polosnya.

‎Saking jatuh cintanya dengan wayang, Catur benar-benar mengungkapkan keinginannya menjadi seorang dalang kepada sang Ayah. Keinginan Carur ternyata mendapat restu sang ayah.

“Sejak saat itu, mulai belajar pewayangan,” katanya. Catur belajar dan berlatih dari berbagai cara, termasuk autodidak juga.

Bahkan, pengagum Ki Manteb Sudarsono ini juga selalu mengikuti berbagai sarasehan yang berkaitan dengan dunia pedalangan. Makanya, tak heran di usianya yang masih terbilang sangat kecil sudah dikenal dalang besar. Di antaranya, Ki Manteb Sudarsono, Anom Suroto, Gandik, dan lainnya.

‎Hasilnya, Catur sudah mahir menceritakan berbagai lakon dengan lancar. Serta memahami isi ceritanya secara runtut dan memainkan wayang dengan piawai. Saat di panggung ia pun selalu eksplorasi dan berimprovisasi. Sehingga secara spontan ada banyak kelucuan.

Pada bulan ini, Catur pun bermain di RRI Purwokerto. Pada Kamis (14/9) dia menampilkan lakon Jabang Tetuko. Di acara RRI itu, selain Catur, ada juga penampilang Dalang  Ki Rizky Widya Fatturohman dari SMAN 1 Purbalingga dengan lakon Ampak-Ampak Wiroto. Serta  dalang Ki Jalitheng Bagus Sasongko dari Cilacap yang saat ini menempuh pendidikan di SMKN 3 Banyumas. Dengan menampilkan lakon Anoman Duta. (alfiatin/indri yunita)