KH Ma'ruf Amin bersama Anwar Abbas dan Chairman Nasari Cooperative Nasari Sahala Panggabean dalam peluncuram buku Asia's New Tiger Economy The Ma'ruf Amin Way di Westin Hotel Jakarta, 3 Oktober 2019 lalu. Istimewa

 

PURWOKERTO, SATELITPOST- Buku Asia’s New Tiger Economy The Ma’ruf Amin Way telah resmi diluncurkan pada 3 Oktober 2019 lalu di Westin Hotel Jakarta. Buku yang ditulis Anwar Abbas dan Chairman Nasari Cooperative Nasari Sahala Panggabean tersebut berhasil mencuri perhatian komunitas ekonomi di tanah air.

Karena, buku tersebut dinilai berhasil mengintegrasikan tiga aspek penting secara bersamaan. Di antaranya sistem ekonomi Pancasila, kondisi ekonomi kekinian, dan pemikiran ekonomi KH Ma’ruf Amin.

Pimpinan Cabang KSP Nasari Purwokerto, Nugroho mengatakan dalam buku tersebut pemikiran-pemikiran Ma’ruf Amin didemonstrasikan dengan menarik. Yang memberikan makna ekonomi harus berdasarkan keadilan, keumatan/kerakyatan, dan kedaulatan.

Pemikiran ekonomi kerakyatan sendiri kata dia, sejalan dengan program kerja pemerintah dalam masa periode kedua Presiden Joko Widodo. Penulis buku, Sahala Panggabean MBA dalam rilisnya mengatakan dalam menjalankan roda ekonomi Indonesia yang sejalan dengan UUD 1945 pasal 33 ayat 3 tidak lain tidak bukan harus melalui koperasi. “Pola bangun ekonomi yang sangat tepat untuk rakyat Indonesia adalah koperasi. Dalam buku ‘The Ma’ruf Amin Way, pada tahun 2020 Indonesia akan menghadapi pertumbuhan besar kelas menengah, milenial dan urban,” kata Chairman Nasari Cooperative itu.

Pakar koperasi itu mengatakan dengan tegas ‘Berkoperasi Itu Keren’. Menurutnya, dengan pemanfaatan teknologi terkini seperti “core banking system” (CBS) dan ATM dapat mensahkan koperasi di Indonesia pasti keren dan layak dibanggakan.

“Dengan mengawinkan antara ‘start up’ dan cooperative menjadi start up-cooperative, kita memiliki model baru yang bisa menjawab kebutuhan para milenial dan pelaku start up tanah air,” katanya.

Di sisi lain, menurut Panggabean, start up cooperative juga menjamin tata kelola yang lebih setara antara satu dengan beberapa pendiri lainnya. Pengambilan keputusan didorong melalui mekanisme musyawarah mufakat.

“Prinsip dasarnya sederhana yaitu one man, one vote pada koperasi, bedakan dengan perseroan yang one share, one vote. Itulah yang kami kagumi dari Bapak KH Ma’ruf Amin, karena beliau juga bertekad menjadikan Indonesia sebagai Ikon Pusat Ekonomi Syariah Dunia melalui Platform Digital tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, dalam rilis yang diterima SatelitPost, Wakil Presiden Terpilih 2019-2024 KH Ma’ruf Amin mengatakan, pembangunan ekonomi yang berpihak kepada rakyat kecil akan diprioritaskan dalam masa mendampingi kepemimpinan Joko Widodo pada periode kedua mendatang. “Kan dulu yang diharapkan meningkatkan kemajuan ekonomi itu konglomerat. Diharapkan akan netes ke lingkungan sekitar,” kata dia.

Menurutnya, pemerintahan saat ini sudah meletakkan dasar pembangunan yang akan kian mengangkat kelompok ekonomi bawah melalui pembangunan infrastruktur secara masif. Ma’ruf mengatakan pembangunan infrastruktur akan menekan kesenjangan ekonomi yang ada.

“Keberpihakan terhadap kelompok ekonomi kecil akan jadi fokus utama. Itu sebagai antitesa ekonomi yang condong kapitalistik. Kekayaan tidak boleh hanya beredar pada orang kaya saja tapi harus terdistribusi kepada seluruh komponen rakyat,” ujarnya. (alf