Ilustrasi Grafis Boodie Sipon. Satelitpost

PURWOKERTO, SATELITPOST-Ketua tim kampanye Husein-Sadewo, Guno Purtopo, akhirnya memenuhi panggilan Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kabupaten Banyumas, Kamis (8/3). Sehari sebelumnya ia tidak datang dan mengutus divisi kampanye, namun tanpa surat mandat.

Koordinator Divisi Hukum dan Penindakan Pelanggaran Panwaslu Kabupaten Banyumas, Miftahudin, mengatakan, dalam panggilan yang kedua, ketua tim kampanye paslon nomor urut 2 dipanggil untuk dimintai keterangan terkait unggahan foto calon Bupati Banyumas, Ir Achmad Husein, bersama anak-anak di akun instagram resminya.

“Kami sudah meminta keterangan, pertama unggahan foto tersebut tanpa sepengetahuan beliau. Padahal seharusnya melalui rapat redaksi dulu baru bisa mengunggah sesuatu,” kata Miftah.

Menurutnya, foto itu diunggah oleh anggota yang tidak membidangi tugasnya. Foto itu, kata Guno, diambil dalam rentang waktu masa ‎kampanye. “Tapi katanya bukan bentuk mobilisasi anak-anak atau hal lain yang itu bentuk pelibatan anak dan spontanitas. Jadi katanya, ketika melakukan kampanye dialogis, ibu-ibu pada kumpul dan minta foto,” katanya.

Miftah mengatakan, sesuai tahapan, hasil keterangan yang didapatkan akan dilanjutkan ke tahap kajian, kemudian putusan dan rekomendasi. Menurutnya, jika kegiatan itu terbukti melanggar maka akan masuk kategori pelanggaran administrasi pilkada. “Kalau terbukti akan direkomendasikan ke KPU untuk dilakukan hukuman sesuai dengan aturan yang ada,” kata dia.

Sementara jika tidak terbukti, pihaknya akan mengirimkan surat langsung kepada tim kampanye paslon nomor urut 2. Surart berisi imbauan dan saran untuk berhati-hati supaya tidak melakukan atau melaksanakan kampanye yang berpotensi melanggar aturan.

“Niatnya memang dua-duanya. Selain ini kami akan memberikan sosialisasi tertulis kepada kedua tim paslon berkaitan dengan aturan-aturan dalam pilkada. Yang ada irisannya dengan aturan yang lainnya. Misal terkait ASN, KPI, KPAI, desa dan lainnya,” katanya. (alf)