KONDISI fondasi Jembatan Gantung penghubung Desa Sidabowa dengan Desa Karanganyar, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas, yang longsor karena tergerus Sungai Logawa, Rabu (5/12/2018). SATELITPOST/ANANG FIRMANSYAH

PATIKRAJA,SATELITPOST-vSeorang pemancing, Utoyo (47) warga Sidabowa menjadi korban luka dalam insiden tersebut. Untuk mengantisipasi adanya korban jika terjadi longsor susulan, jembatan ditutup dan tidak bisa dilalui.

Komandan Tagana Kabupaten Banyumas, Ady Candra mengatakan, longsornya fondasi jembatan gantung tersebut terjadi sekitar pukul 07.45 WIB. Akibat dari hujan deras yang mengguyur wilayah Patikraja dan arus Sungai Logawa yang sangat deras.

“Ada satu warga yang tengah memancing terkena longsoran dan jatuh ke sungai dan mengalami luka-luka pada badan dan kakinya,” katanya, Rabu (5/12/2018).

Awalnya, pada pagi hari itu ada dua warga yang tengah memancing di sekitar jembatan, Utoyo (47) dan Tarkim (65), keduanya warga Sidabowa. Namun, ketika mereka asyik memancing, tiba-tiba fondasi jembatan gantung longsor dengan panjang sekitar 10 meter dan ketinggian 5 meter.

“Tarkim yang selamat dari longsoran, sempat mencoba menolong Utoyo dengan merangkak. Setelahnya, korban dilarikan ke RS Wisnu Husada Notog untuk mendapat perawatan medis,” katanya.

Dari pengamatan tim SatelitPost, kondisi tanah di sekitar fondasi jembatan masih labil dan tanah masih berguguran ke sungai. Dengan kondisi tersebut, Dinas Perhubungan Kabupaten Banyumas telah memasang rambu penutupan jembatan agar tidak dilalui warga, untuk menghindari adanya longsor susulan dan bisa memakan korban.

Warga setempat, Sanusi mengatakan, longsor di sekitar jembatan yang berada di atas Sungai Logawa tersebut tidak hanya terjadi kali ini saja. Sebelumnya juga sudah pernah terjadi, sedikitnya dua kali. “Ini sudah ketiga kalinya terjadi. Sebelumnya mengakibatkan mesin PDAM yang berada di tebing sungai terbawa arus sungai,” katanya.

Warga lainnya, Subari berharap agar pemerintah daerah atau dinas terkait bisa segera memperbaiki fondasi jembatan. Mengingat, pentingnya jembatan sebagai akses jalan Desa antara Karanganyar dan Sidabowa.

“Kalau ditutup begini, kita jadi susah mau berangkat ke kebon atau sawah. Meski bisa, kita harus memutar dengan rute yang lebih jauh. Begitu juga dengan anak-anak yang hendak berangkat ke sekolah,” katanya. (anas@satelitpost.com)