ANGGOTA polisi bersama amggota TNI melakukan olah TKP kecelakaan di Wangon, Senin (11/3). SATELITPOST/CR2

 

WANGON, SATELITPOST-Kecelakaan mengerikan terjadi di jalur depan Mako Yonif 405/SK Wangon, Kabupaten Banyumas, Senin (11/3). Samsudin (55), warga Desa Rawaheng, Kecamatan Wangon, meninggal di tempat setelah terlindas truk pengangkut gas.

 

Berdasarkan cerita saksi mata, Wicatur Bekti Yulianto (52), kecelakaan itu melibatkan dua kendaraan bermotor dan satu truk. Samsudin diketahui berboncengan dengan istrinya yang bernama Sunisah mengendarai Mio J bernomor polisi B 3994 CAE. Motor yang dikendarai Samsudin menyenggol motor Supra Fit bernomor polisi R 4187 HS yang dikendarai Sutrisno.

 

Karena tak bisa menjaga keseimbangan, dua motor itu terjatuh. Samsudin, Sunisah, dan Sutrisno terkapar di jalan. Tanpa diduga melaju truk pengangkut gas dengan kecepatan 60 km/jam yang dikendarai Wasriyono (27).

 

Truk tersebut tak bisa mengendalikan lajunya sehingga melindas tubuh Samsudin. Imbasnya, tubuh Samsudin terseret sejauh 10 meter. Samsudin pun meninggal dunia. “Ngeri saya lihatnya,” kata saksi mata, Bekti.

 

Sementara istri Samsudin, yakni Sunisah mengalami luka parah. Adapun Sutrisno hanya mengalami luka ringan di bagian kaki. Sutrisno sempat tak diketahui keberadaannya setelah kecelakaan. Belakangan diketahui Sutrisno langsung berobat ke puskesmas. Setelah itu Sutrisno didampingi rekannya memberi keterangan kepada polantas.

 

Saksi lain Tirman Sutarjo (60) mengaku ingin menolong korban. Namun, niat itu dia urungkan karena kondisi korban mengerikan. “Saya trauma melihat kejadiannya,” katanya.

 

Nasirin, saksi lainnya yang menolong korban menjelaskan kejadian begitu cepat. Menurutnya, darah berceceran di jalanan. Dia pun menggunakan kerudung Sunisah untuk mengumpulkan bercak. “Lalu saya masukin ke tas kresek dan serahkan ke puskesmas,” katanya.

 

Sementara itu sopir truk Wasriyono dan kernetnya bernama Dani Anas Pradito memberikan keterangan di Poslantas Wangon. Wasriyono menjelaskan kaget ketika ada senggolan motor di depannya. “Saya mencoba menghindar, hingga banting setir ke kiri. Namun tidak disangka posisi sudah terlindas hingga terseret sejauh 10 meter,” katanya.

 

Wasriyono mengatakan, sebelum berangkat dari agen yang ada di Jalan Pemintalan Cilacap, dia sudah memiliki firasat tidak enak. Namun bersama kernetnya, dia tetap menjalankan mobilnya untuk melaksanakan tugas. “Saat mau berangkat memang hati saya tidak tenang, namun saya anggap biasa saja. Ternyata malah ada kejadian seperti ini,” kata sopir yang sudah 3 tahun bekerja di PT Eskaha Putra Mandiri tersebut.

 

Kepala Poslantas Wangon Aiptu Pamuji bersama anggotanya yang menangani kejadian tersebut langsung mengadakan olah TKP dengan mencatat kronologinya dan menyerahkan jenasah pada keluarganya. “Kita sudah upayakan secepat mungkin untuk melakukan olah TKP,” katanya. (cr2)