PURWOKERTO, SATELITPOST– Pendirian ikubator bisnis di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Purwokerto oleh Bank Indonesia  untuk menumbuhkan kemampuan berwirausaha.

 

Idang Heru Sukoco, Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Kelas II A Purwokerto, mengatakan program yang direncakan pihak BI di tahun ini yakni untuk memberikan ilmu kewirausahaan kepada warga binaan. Sehingga, mereka yang telah dinyatakan bukan penghuni lapas lagi nantinya memiliki kemampuan berwirausaha.

 

“Biasanya kalau sudah pernah jadi tahanan, akan sulit diterima di dunia kerja. Untuk mengantisipasi hal tersebut, mereka eks tahanan dibekali dengan kemampuan berwirausaha agar dapat memenuhi kebutuhan hidup,” katanya.

 

Program ini, lanjut Idang, merupakan proses pembinaan yang terdiri dari beberapa tahap. Di antaranya pengenalan mengenai kewirausahaan, kemudian penelusuran minat peserta terhadap berbagai jenis bidang usaha.

 

“Meraka akan tertarik di bidang apa, mungkin saja di bidang pertanian, perdagangan, bisnis kuliner, maupun kerajinan,” ujarnya.

 

Idang menambahkan peserta inkubator bisnis adalah mereka yang telah melalui proses seleksi dari internal Lapas Purwokerto. Kriteria peserta, antara lain warga binaan yang mendekati habis masa tahanan, berperilaku baik, disiplin serta tidak memiliki catatan pelanggaran di lapas.

 

“Mengenai nama pesertanya akan dipilih dan diseleksi. Setelah itu disidangkan. Sehingga mereka yang dinyatakan menjadi peserta dapat memanfaat kesempatan belajar ini dengan baik,” ujar dia. (ind)