WARGA mencoba bus rapid transit (BRT) yang akan beroperasi di Terminal Bulupitu Purwokerto, Jumat (3/8/2018).SATELITPOST/ANANG FIRMANSYAH

PURWOKERTO, SATELITPOST-Gubernur Jawa Tengah dijadwalkan akan me-launching bus rapid transit (BRT) Purwokerto-Purbalingga, Selasa (14/8). Pada saat launching sudah disiapkan 8 unit terlebih dahulu, selebihnya baru bisa beroperasi pada 22 Agustus mendatang.

Pj Bupati Banyumas Drs Budi Wibowo MSi saat memimpin rapat persiapan launching BRT, meminta karena ini BRT bukan yang pertama di Jawa Tengah, dalam hal pelayanan dan lainya harus lebih baik daripada yang ada di Semarang maupun Surakarta. Dinas Perhubungan harus memastikan kesiapan semua sarana pendukung. “Kita berharap pada saat launching tidak ada lagi alasan kekurangan di sana-sini. Pastikan semua siap, sehingga saat launching sudah lancar,” katanya.

Terkait untuk tarif pelajar, buruh, dan veteran sebesar Rp 2 ribu, harus disepakati bersama identitas apa yang digunakan agar penumpang. Sehingga bisa diketahui kru bus. “Pastikan mulai sekarang apa yang bisa digunakan penumpang, sehingga dia berhak membayar Rp 2 ribu. Jika harus mengeluarkan kartu baru harus dengan lengkap dengan foto agar tidak digunakan untuk orang lain,” katanya.

Ia menambahkan, untuk memudahkan informasi penumpang, dia menerima tawaran dari Institut Teknologi Telkom Purwokerto, untuk penyediaan aplikasi berbasis teknologi android. Aplikasi ini nantinya calon penumpang dapat memantau dan mengetahui posisi bus yang akan digunakan, dan harus berada di halte maupun shelter mana dia menunggu.

“Karena menyangkut pelayanan publik, kita harus bisa meminimalisir ketidakpastian. Penggunaan aplikasi nantinya akan membantu masyarakat dalam menggunakan BRT. Ini sekaligus menjadi pembeda dengan BRT yang sudah ada,” kata dia.

Untuk itu, dia meminta kepada Balai Perhubungan Wilayah 5 Jawa Tengah untuk bisa membuka akses data, agar IT Telkom dapat segera melakukan uji coba aplikasi.

Rektor IT Telkom Dr. Ali Rokhman M.Si mengatakan belum sepakat apa nama aplikasi itu, namun optimis aplikasi nanti selesai dan dapat digunakan saat launching. “Kita menunggu akses data dan segera kita kebut agar aplikasi ini nantinya dapat langsung digunakan pada saat launching,” katanya.

Kasi Angkutan Dishub Banyumas, Taryono menyambut baik adanya wacana pemanfaatan aplikasi itu. Namun, kata dia, masih perlu ada pembahasan lebih lanjut untuk penerapan hal tersebut.

Dalam persiapan ini, Taryono mengatakan, Dishub Banyumas sudah mulai membangun empat shelter tambahan yang ditempatkan di Yakpermas, SMA Sokaraja, dan SMP 2 Sokaraja, dan depan kampus 2 UMP.

 

 

 

“Kemarin sudah terpasang tiga shelter tambahan, dan dua bus yang sudah berada di Purwokerto juga masih terus menjajal trayek untuk meihat kekurangan, seperti kesesuian tinggi shelter dan bus kemudian mengepaskan berhenti bus di shelter,” kata dia ketika ditanyakan persiapan yang dilakukan. (nns)