BANYUMAS, SATELITPOST-Sejumlah petani di wilayah Banyumas mengalami keterlambatan masa tanam. Hal ini disebabkan faktor cuaca dan pergeseran musim. Akhir Maret kemarin harusnya telah masuk kemarau dan masa semai.

“Terakhir kita panen bulan Januari dan Februari. Seharusnya dimulai lagi Maret, tapi ini agak telat ,” kata Sabar (49) Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sri Rahayu Kecamatan Banyumas, Sabtu (13/4).

‎Keterlambatan masa semai lantaran para petani sengaja menunggu musim hujan reda. Dikhawatirkan masa semai gagal bila ia dan petani lainnya memulai penyemaian sejak Maret kemarin. “Saat ini, masih pengolahan lahan. Kadang masih terkendala  hujan yang masih mengguyur,” katanya.

Petani lainnya Wardi (52)  menambahkan, setelah penyemaian rampung, proses selanjutnya pun penanaman bibit hasil semaian. Kemudian, saat padi mulai tumbuh perawatan pun harus dilakukan petani agar terlindung dari hama. “Jenis padi hibrida yang ditanam petani masih rentan hama wereng. Jadi harus ekstra pengawasan,” kata dia.

Selain hama wereng, menurutnya pola tanam yang tidak serempak juga berpotensi menyebabkan penyerangan hama tikus. “Kami berharap semua proses berjalan lancar hingga panen.  Untuk proses penyemaian akhir April sudah bisa selesai,” katanya. (rar)