PURWOKERTO, SATELITPOST-Perwakilan pedagang pemilik ruko yang tergabung dalam paguyuban pedagang eks stasiun timur (P3ST) bertemu dengan Bupati Banyumas, Ir Achmad Husein, Jumat (8/3). Pertemuan ini untuk membahas perselisihan terkait amdal pembangunan Purwokerto City Center (PCC).

Pada pertemuan ini juga hadir perwakilan PT KAI beserta PT Kereta Api Property Manajemen (KAPM) yang menggarap proyek tersebut dan beberapa OPD seperti DPMTSP, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Perhubungan (Dinhub), Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Dinperindag, Dinperkim, Dinakerkop, dan Kabag Hukum Setda Banyumas.

Juru Bicara P3ST, Anton Blangkon mengatakan, para pedagang memprotes sosialisasi amdal (analisis dampak lingkungan) tentang pembangunan PCC yang tidak melibatkan paguyuban pedagang. “Karena tidak dilibatkannya dalam sosialisasi amdal, kami mengirimkan surat ke camat dan lurah yang ditembuskan ke bupati dan kapolres yang pada intinya keberatan,” katanya.

Ia mengatakan, para pedagang akan terdampak pembangunan PCC. Ia menilai para pedagang berhak tahu hasil amdal sehingga mereka berpendapat semestinya perlu dilibatkan dalam sosialisasi. Hal ini tak lain karena mereka mengaku telah menjalankan usaha dan memiliki hak sewa selama bertahun-tahun di atas lahan milik PT KAI.

Dalam rekomendasi amdal disebutkan pada tahap pembangunan semua ruko akan diratakan seluruhnya. Pedagang mengaku keberatan karena semestinya pembangunan ini bisa dilakukan secara bertahap. Dengan cara itu, sebagian pedagang masih bisa tetap berdagang selama proses pembangunan berlangsung.  “Pembangunan ini seharusnya kan bisa dilakukan dari arah selatan yakni dari arah JL Kolonel Sugiri sehingga perekonomian kita masih tetap berjalan,” katanya.

Di atas lahan itu, kata dia, setidaknya ada 60 ruko yang menjadi tempat mencari nafkah 600 orang karyawan. Sehingga, mereka berharap pembangunan ini bisa mempertimbangkan hajat hidup 600 pekerja di ruko itu.

Sementara itu, Kepala DLH Banyumas, Suyanto mengatakan, penyusunan amdal pembangunan ini sudah melalui kajian dari tim ahli penyusun. Hasil analisis juga mempertimbangkan aspek keselamatan sebagai pertimbangan menyusun rekomendasi. “Dari hasil kajian tersebut, untuk pembangunan PCC ini merekomendasikan untuk mensterilkan lokasi demi keselamatan bersama dalam menjalankan proyek,” katanya.

Sementara perwakilan PT KAPM yang hadir seperti Purnomo, Zahra, dan A Widji mengatakan perencanaan akan mengikuti rekomendasi amdal yang sudah disosialisasikan ke masyarakat.

Bupati Husein dalam pertemuan itu meminta PT KAPM untuk mempresentasikan rencana pembangunan ini, antara lain tentang method for construction, health and safety procedure, serta method plan. Hal ini untuk mencari solusi terbaik bagi keduabelah pihak. “Setelah mereka presentasi dalam dua minggu ke depan, maka pemecahan masalah bisa terlihat. Pembangunan bisa berjalan dan pemilik ruko bisa tetap menjalankan perdagangannya,” katanya. (anas@satelitpost.com)