PENGENDARA melintas di perlintasan sebidang di Desa Sawangan, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas, belum lama ini. SATELITPOST/ANANG FIRMANSYAH

PURWOKERTO, SATELITPOST- Perlintasan KA tanpa palang pintu adalah daerah yang rawan kecelakaan. Bahkan, selama tahun 2019 saja, sudah terjadi 37 kasus kecelakaan. Hal ini membuat Pemerintah Kabupaten Banyumas mewacanakan sebuah upaya preventif.

Terkini, Pemkab mengajukan rancanan program ke pemerintah pusat. Satu di antaranya adalah pelatihan yang diberikan pada warga sekitar perlintasan untuk pengamanan.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Banyumas, Agus Nurhadie membenarkan kabar ini. Menurutnya, perlintasan sebidang tidak berpalang merupakan tanggungjawab Pemkab.

“Perlintasan tidak berpalang pintu semestinya memang tanggung jawab Pemkab untuk alatnya termasuk petugasnya,” ujarnya.

Dari data yang dipaparkan, ada 13 perlintasan sebidang yang tidak dijaga. Namun, kini Banyumas tengah mengirimkan perwakilannya untuk mengikuti pelatihan yang diadakan oleh Kementrian Perhubungan. “Sekarang ini, kita sedang mengirim petugas yang akan bertugas di perlintasan sebidang. Sebanyak 24 petugas, pelatihan di Madiun,” ujar dia.

“Kita ada 13 titik yang tidak memiliki palang pintu. Namun, yang akan menjadi prioritas ada enam terlebih dahulu, diantaranya Kebasen, Sawangan, Kaliwedi, Silabu, Pandak, dan daerah Pesantren di Tambak,” katanya.

Menurutnya, jika pengadaan palang baru, memerlukan biaya yang cukup tinggi. Sementara, untuk tahun 2020 masih belum dianggarkan untuk palang pintu di perlintasan sebidang. “Belum lama ini, bertemu dengan kepala Dinhub Ponorogo, ada harga Rp 450 juta, hanya palang saja belum termasuk pos, itu yang terbuat dari plastik seperti parkir,” kata dia.

Agus menambahkan, itu merupakan kisaran harga terendah. Sedangkan yang saat ini sudah banyak terpasang bisa mencapai Rp 1,6 miliar. (ank)