Tanah berbentuk bukit bekas kebun sayuran milik Pemdes Jambu yang sejak tujuh bulan ini diratakan, namun menjadi masalah karena dianggap tidak berijin dan sedang dalam penyelidikan pihak Polres Banyumas.SATELITPOST/CR2

WANGON,SATELITPOST – Polres Banyumas selidiki dugaan tidak berijin penambangan tanah yang ada di Desa Jambu. Hal tersebut ditandai dengan penyitaan alat berat yang digunakan oleh pelaksana kegiatan pengerukan tanah berbukit yang sebelumnya merupakan perkebunan yang menjadi kegitana Wanita Tani Wangon pada Selasa lalu (9/4).

Seorang warga Jambu berinisial AA saat di konfirmasi Kamis (11/4/2019) menjelaskan bahwa proyek pengerukan tanah tersebut sebenarnya sudah diusulkan pihak BPD Melalui rapat dengan pihak Pemdes beserta unsurnya untuk segera dilakukan proses perijinannya. Namun selama tujuh bulan berlangsung ternyata ijin belum diurus.

“Dari hasil rapat bersama unsur terkait, pemerintah desa Jambu telah disarankan untuk mengurus ijinnya terlebih dahulu, namun belum turun proyek sudah dijalankan, warga tahunya sudah tidak ada masalah, tahu tahu ada pihak berwajib yang menyita alat berat,”katanya.

Sementara pihak Pemdes Jambu melalui Kepala Desa Untung Biyanto saat ditemui dikantornya belum dapat menjelaskan terjadinya proses penyitaan dan penghentian penggalian tanah bekas kebun tersebut. Karena pada saat itu menurutnya telah menyerahkan kepada pihak ketiga guna menangani pengerukan tanah bekas kebun tersebut. “Saya tidak tahu dan belum bisa menjelaskan, “katanya.

Camat Wangon Roni Hidayat saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa dari keterangan Kepala Desa tanah tersebut di gali guna mengurug jalan desa yang rusak.
“Informasi dari Kepala Desa bahwa giat tersebut untuk pengurugan wilayah jalan yg masih perlu pengurugan,kemudian diserahkan ke pihak 3,Pemdes tujuannya hanya untuk mengurug beberapa titik titik rawan disamping jalan,”katanya.

Pihak Polres Banyumas melalui Kasatreskrim melalui Kanit 2 Reskrim Ipda Rizky Adhiansyah Wicaksono yang menangani masalah tersebut saat dihubungi melalui pesan whatsapp juga belum dapat memberikan penjelasan terkait di sitanya alat berat yang digunakan.
“Sementara masih dalam pengembangan dan penyelidikan kasusnya,”kata Rizky (cr2)