Penumpang menggunakan moda transportasi Bus Rapid Transit (BRT) di Halte Prathista Harsa Purwokerto, Selasa (14/5).SATELITPOST/ANANG FIRMANSYAH

PURWOKERTO, SATELITPOST-Bus Rapid Trans (BRT) Koridor Purwokerto-Purbalingga yang saat ini dimulai dari titik pemberangkatan di Terminal Bulupitu diwacanakan akan digeser ke Pasar Pon Bantarsoka, Purwokerto Barat. Wacana ini diusulkan dalam evaluasi terhadap operasional BRT dalam rapat lalu lintas angkutan jalan yang mengundang beberapa stakeholder seperti Polres, OPD lainnya, dan organda di ruang Wabup Banyumas, Selasa (14/5).

“Dalam rapat tersebut, kami evaluasi operasioanal BRT Trans Jateng Koridor yang telah beroperasi sejak Agustus tahun lalu dengan kendala-kendala yang dihadapi,” kata Kasi Angkutan, Taryono.

Menurutnya, berdasar hasil pengamatan, ternyata selama ini penumpang yang naik jumlahnya turun jika titik asal dan tujuan masih di terminal Bulupitu-Bukateja. Sehingga ada usulan untuk menggeser titik asal tujuan agar lebih terjangkau.

Penggeseran ini, kata dia, untuk meningkatkan faktor muat penumpang. Pasalnya, selama ini BRT yang beroperasi setiap harinya hanya bisa penuh ketika akhir pekan dan hari libur. “Sebenarnya ada dua usulan terkait titik pemberangkatan ini, yakni di Pasar Manis dan Pasar Pon. Namun, ketika di Pasar Manis dipertimbangkan daerah tersebut yang sudah padat sehingga ditakutkan nantinya menimbulkan kemacetan lalu lintas,” katanya.

Meskipun belum menjadi sebuah keputusan, Pasar Pon dinilai menjadi yang terbaik untuk perubahan titik awal BRT. “Jadi nantinya, BRT tidak berbelok langsung ke arah Jalan Bank, tetapi lurus melewati underpass Soedirman. Sehingga secara otomatis memang memanjangkan trayek,” katanya.

Setelah adanya pertemuan ini, ia menambahkan, akan lebih mengintensifkan pertemuan dan komunikasi dengan berbagai dinas terutama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dinperindagkop) yang membawahi Pasar Pon.

“Ini belum menjadi keputusan karena masih mempertimbangkan dan meproses untuk memastikan kepada pengelola pasar pon terkait perkembangan pasar kepada Dinperindagkop,” katanya. (anas@satelitpost.com)