Berhitung adalah suatu kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh seseorang. Hampir dalam setiap kejadian dalam kehidupan sehari-hari memerlukan perhitungan. Namun berhitung seringkali ditakuti oleh anak-anak bahkan sampai dewasa. Kegiatan yang menurut kebanyakan orang sangat menguras otak ini sebenarnya mengasyikkan tergantung bagaimana cara kita mempelajari dan mengembangkannya.

Masalah yang sering terjadi adalah kurangnya  peran serta dari orang tua dan guru dalam mengenalkan budaya berhitung. Mereka hanya mengajarkan dengan tujuan agar anak itu harus bisa. Padahal setiap anak mempunyai cara tersendiri bagaimana mereka menyukai matematika.

Matematika juga terkenal sebagai pelajaran yang sangat menegangkan dan paling ditakuti berdasarkan penelitianyang pernah dilakukan sehingga membuat anak-anak mempelajarinya hanya untuk menggugurkan kewajiban saja. Anak-anak juga takut dimarahin jika mereka melakukan kesalahan dalam perhitungan atau kesalahan lainnya. Selain terdapat unsur keterpaksaan di dalamnya juga terdapat unsur ketakutan.

Mengenalkan budaya berhitung yang menyenangkan sejak anak usia dini dapat menjadi salah satu cara yang dapat merubah mindset orang-orang yang berfikiran bahwa berhitung itu menakutkan. Bisa dengan cara permainan ataupun ketika berinterkasi dalam kehidupan sehari-hari. Di sini peran orangtua dan guru sangat penting begitu juga metode pembelajaran yang digunakan.

Permainan yang bisa digunakan merupakan  permainan sederhana yang dapat mudah diterima dan dipahami oleh anak-anak. Biasanya anak-anak akan lebih suka jika permainan tersebut diselingi dengan bernyanyi. Dalam bernyanyi tuangkan pula nilai-nilai berhitung di dalamnya.Di era yang modern ini pengajaran berhitung dalam permainan sudah dapat kita cari di Youtube atau media sosial. Pilihlah permainan yang asyik dan mendidik.

Peran orang tua dan guru juga sangat penting dalam hal pembelajaran. Jangan terlalu memaksakan sesuatu kepada anak. Misalkan keharusan untuk mendapatkan nilai sempurna, karena disitu anak-anak akan merasa terbebani dengan paksaan dari orang tua atau guru.Ketika belajar, buatlah suasana senyaman mungkin, jangan perlihatkan suasana yang menegangkan. Dengan suasana yang nyaman tersebut anak-anak akan lebih mudah menyerap materi yang diajarkan. Dalam kehidupan sehari-hari orang tua maupun guru bisa menuangkan nilai-nilai berhitung. Ketika di rumah bisa saja saat sedang santai bukalah obrolan kecil dengan anak. Misal, coba hitung ada berapa jumlah jari tangan kananmu? Atau ketika sedang merapikan sepatu, coba hitung ada berapa sepatu di rak?. Di sekolahpun bisa menuangkan nilai-nilai berhitung yang sederhana. Misal, coba hitung berapa banyak bola yang berwarna merah dan  biru? Banyak contoh sederhana lainnya yang bisa diterapkan untuk melatih berhitung pada anak.

Ketika anak salah jangan lantas memarahinya. Karena jika kita memarahinya ketika melakukan kesalahan, anak tersebut akan merasa takut  jika ia akan melakukan kesalahan lagi. Itu bisa berdampak buruk pada mental anak dan menimbulkan ketakutan anak pada pelajaran matematika. Ajarilah  dengan cara yang santai dengan bahasa yang halus serta menyenangkan. Berilah kesan bahwa matematika itu tidak menakutkan, matematika itu bukan beban, matematika itu asik.Dan ketika anak benar, berilah pujian padanya bukan pujian yang membuatnya sombong tetapi pujian untuk menyemangati. Bisa juga dengan memberikan hadiah-hadiah kecil agar anak-anak termotivasi untuk lebih semangat dan giat dalam belajar matematika.

Metode pembelajaran juga sangat berpengaruh. Jika kita menerapkan metode pembelajaran dengan cara ceramah mungkin akan kurang tepat, karena anak-anak akan berperan pasif. Tetapi jika kita menerapkan metode ceramah plus latihan itu akan lebih membantu. Karena di situ ketika orang tua atau guru telah mengjarkan materi, anak-anak akan langsung mempraktekkannya dalam latihan.

Jelaskan materinya, kemudian lakukan latihan.  Seperti yang dijelaskan di atas, latihan dapat dilakukan dengan permainan yang menyenangkan. Jadi anak-anak tidak merasa bosan. Dalam memberikan materi juga jangan langsung banyak. Usahakan per materi kemudian lakukan latihan. Sehingga anak-anak lebih mudah dalam memahami materi yang disampaikan.

Dari uraian di atas kita dapat menyimpulkan bahwa berhitung bukanlah hal yang menakutkan, tergantung pada bagaimana kita dalam mengajarkannya. Dengan demikian  tanpa disadari kita telah selangkah pada mengenalkan asyiknya berhitung.(*)