GM Pertamina memberikan bantuan kepada Puskesmas, Kelompok Wanita Tani dan Ibu Hamil dalam Program CSR Pertamina Sehati 2017, Selasa kemarin

CILACAP, SATELITPOST-Kondisi gizi masyarakat perkotaan saat ini sudah sangat menyedihkan. Terutama karena pola konsumsi masyarakat yang sudah tidak terkendali.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap, dr Marwoto, pada Pembukaan Pelatihan Pembuatan Bank Sayur dan olahan Makanan Bergizi oleh CSR Pertamina RU IV Cilacap, Selasa (10/10) di gedung Patra Graha Lomanis.

“Sekarang ini banyak muncul penyakit yang diakibatkan karena gaya hidup tidak sehat, pola makan yang tidak sehat, sepert stroke, diabetes, hipertensi, kolesterol,” katanya.

Konsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan pada masyarakat masih sangat rendah. Tidak setiap hari masyarakat ini mengonsumsi sayur-sayuran ini.

Dengan adanya pelatihan pembuatan Bank Sampah oleh Pertamina RU IV Cilacap ini, kata dia, sebagai langkah yang selaras untuk meningkatkan derajat kesehatan dari masyarakat, dan berdampak juga terhadap kesehatan ibu hamil dan anak.

“Dengan adanya bank sayur ini bisa menyediakan sayuran dengan standar gizi yang baik, dan mengajak masyarakat untuk kembali mengonsumsi sayur dan buah. Sehingga masyarakat bisa meningkatkan kesehatannya,” ujarnya.

General Manager Pertamina RU IV Cilacap, Dadi Sugiana mengatakan pelatihan pembuatan Bank Sayur dan Olahan Makanan Bergizi ini menjadi program tanggung jawab sosial dari Pertamina Sehati (Sehat Ibu dan Anak). Program ini memang dilaksanakan untuk membantu pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama kesehatan ibu dan anak.

“Masih banyak lahan masyarakat yang belum dimanfaatkan, dengan pelatihan bank sayur ini, nantinya lahan di sekitar rumahnya dimanfaatkan untuk menanam sayuran agar menumbuhkan gaya hidup sehat, dan mereka akan diberi tips bagaimana memberi asupan yang tepat untuk ibu hamil dan anaknya sehingga terhindar dari kasus kematian ibu dan anak,” ujarnya.

Ada enam kelompok wanita tani yang mengikuti pelatihan pembuatan bank sayur dan olahan makanan bergizi. Mereka berasal dari Kelurahan Sidakaya, Lomanis, Gunung Simping Donan dan Kutawaru di Kecamatan Cilacap Tengah. Pelatihan akan diberikan selama dua hari dengan materi diberikan oleh Dinas Kesehatan, dan Dinas Pertanian Cilacap.

“Pertamina ingin ikut memberdayakan masyarakat agar bisa menopang kesehatannya dengan kekuatan masyarakat sendiri, sehingga tidak tergantung dengan pihak lain. Intinya adalah kemandirian dalam hidup sehat,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut juga diberikan bantuan kepada Puskesmas Cilacap, kelompok tani wanita dan juga pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil. (ale)

Komentar

komentar