KEPALA BNNK Cilacap AKBP Triatmo Hamardiono menunjukkan barang bukti sabu yang dibawa oleh pelaku yang berprofesi sebagai pengemudi ojek online, Selasa (15/5).SATELITPOST/RENNY TANIA

CILACAP, SATELITPOST-Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Cilacap mengamankan satu orang pemuda Mohammad Faridh Shafan (24) warga Semarang karena kedapatan menyimpan dan menguasai narkoba jenis sabu. Penangkapan terhadap pengemudi ojek online (ojol) di Semarang ini dilakukan di SPBU Sampang, Senin (14/5/2018) kemarin.

Diduga akan diedarkan di wilayah Cilacap, dilihat dari beratnya, dan membawa alat timbangan indikasinya ke situ.

AKBP Triatmo Hamardiono

Kepala BNNK Cilacap

Dari tangan pelaku, petugas menyita barang bukti berupa sabu paket sedang dan tiga paket kecil. Sehingga total berat keseluruhan sabu yang  dibawa 15,04 gram sabu, satu butir pil extacy, timbangan digital, satu buah ponsel, satu buah powerbank, dan satu buah sepeda motor. Sabu tersebut disimpan dalam tisu yang kemudian dimasukan ke dalam plastik bekas bungkus makanan ringan.

“Diduga akan diedarkan di wilayah Cilacap, dilihat dari beratnya, dan membawa alat timbangan indikasinya ke situ,” ujar Kepala BNNK Cilacap AKBP Triatmo Hamardiono, Selasa (15/5/2018).

Peredaran narkoba ini, kata dia, dikendalikan oleh rekannya yang seorang narapidana di Lapas Kedung Pane Semarang, dengan inisial PT. Pelaku kenal dengan PT ini, karena pernah menjalani hukuman pidana kasus pencurian di tempat yang sama, dan keluar pada tahun 2016 lalu.

Triatmo mengatakan, jika tersangka belum mengakui akan mengedarkan, tetapi sabu tersebut dikonsumsi sendiri. Meskipun demikian, pihaknya akan terus melakukan pendalaman, penyidikan lebih lanjut dan pengembangan kasus ini.

“Dia ngakunya konsumsi sendiri dan juga diedarkan. Kalau segini dikonsumsi sendiri ya kuat, tapi indikasinya dia punya timbangan. Kalau dikonsumsi sendiri kan tidak perlu timbangan lagi,” katanya.

MFS mengaku, jika tidak menjual sabu tersebut, tetapi hanya menggunakannya untuk sendiri. Barang tersebut dikirimkan ke Cilacap untuk seseorang dengan imbalan Rp 1 juta. Pengemudi ojol ini mengaku baru mengkonsumsi narkoba selama dua tahun ini.

Atas parbuatannya, tersangka dikenakan pasal 114 ayat 2 dan pasal 112 ayat 2 UU nomor 35 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun, karena sudah diatas 5 gram.

“Akan kami lanjutkan dengan pengembangan penyidikan dan penyelidikan lebih lanjut,” ujar Kepala BNNK Cilacap. (ale)