BUPATI Banyumas Ir Achmad Husein menebar benih ikan di Sungai Arus Desa Kedungurang Kecamatan Gumelar, Selasa (5/12)SATELITPOST/AULIA HAKIM
BUPATI Banyumas Ir Achmad Husein menebar benih ikan di Sungai Arus Desa Kedungurang Kecamatan Gumelar, Selasa (5/12)SATELITPOST/AULIA HAKIM

PURWOKERTO, SATELITPOST-Semakin berkurangnya ikan di perairan umum akibat tingginya penangkapan ikan dengan cara mematikan seperti listrik, menjadi perhatian Pemkab Banyumas. Sebagai upaya mengembalikan jumlah populasi ikan di perairaan umum, seperti sungai, Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskannak) menebar 20 ribu benih ikan di Sungai Arus Desa Kedungurang Kecamatan Gumelar.

Penebaran ikan dipimpin langsung oleh Bupati Banyumas Ir Achmad Husein Selasa (5/12) di Kedung Dawuhan Sungai Arus Desa Kedungurang. Penebaran diikuti oleh Kepala Diskannak, Camat, Forum Pimpinan Kecamatan, Kepala Desa dan masyarakat Kedungurang. Penabaran tidak dilakukan di Kedung Dawuhan saja, tetapi juga di kedung-kedung sepanjang Sungai Arus.

Tidak hanya menebar benik ikan, bupati juga memasang papan imbauan agar masyarakat tidak memangkat ikan dengan alat bantu yang  mengganggu dan merusak berkelanjutannya sumber daya ikan.

“Mari bersama kita jaga sungai agar tidak tercemar, jangan hanya mengandalkan pemerintah, Pak Kades pasti tidak kongang (kuat) kalau menjaga sungai yang panjang, maka kita semua adalah penjaga sungai, masyarakat harus terlibat ,” kata Husein.

Bupati juga mengajak masyarakat agar gemar memakan ikan. Gerakan Memakan Ikan bukan hanya gerakan tetapi memakan ikan air jauh lebih baik dari pada memakan daging dan telur.“Memakan telur baik, memakan ikan baik namun jauh lebih baik memakan ikan air, terutama sidat, karena akan menjadikan anak menjadi pandai. Semakin sering makan ikan air, anak akan semakin pintar,” kata dia.

Karena kegiatan tersebut restoking ikan di perairaan umum, bupati meminta agar tidak langsung diambil. Agar populasi meningkat, dan suatu saat akan menjadi hiburan dan bahan makanan.

Kepala Diskannak Banyumas Sugiyatno mengungkapkan, penebaran benih ikan merupakan langkah pemerintah mengatasi krisis ikan di perairaan umum, akibat tingginya penangkapan ikan. Karena itu, dengan penebaran benih ikan, ke depan stok ikan di perairaan umum, termasuk Sungai Arus, diharapkan populasi bisa kembali bertambah.

Lebih lanjut dia menambahkan, penebaran benih ikan di perairaan umum (sungai), diharapkan bisa membantu pendapatan masyarakat. Termasuk pula menjadi upaya menjaga kelestarian alam dan memperbaiki ekosistem perairan di sungai setempat. Karena jika sudah tidak ada ikan, akan berdampak pada ekosistem air di sungai.

“Di samping itu, dengan adanya ikan masyarakat jadi terdorong untuk menjaga kebersihan sungai. Seperti tidak lagi membuang sampah atau segera membersihkan sungai jika ada sampah yang menyangkut. Mereka tentu tidak ingin bibit ikan yang ada, mati karena kondisi air yang kotor,” kata Sugiyatno.

Sugiyatno mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Kedungurang yang telah memelopori pembentukan kelompok pengawas masyarakat (Pokwasmas) sungai. “Pokwamas akan bersama sama menjaga kebersihan sungai dan mengawasi sungai dari penangkapan ikan dengan alat bantu yang mematikan seperti bom, jenu listik dan lain sebaginya,” kata dia.

Disinggung mengenai jumlah bibit ikan yang dilepas Sugiyatno mengatakan jenis ikan yang ditebar merupakan jenis nila karena dinilai sesuai dengan kondisi air yang ada. “Diskannak sepanjang tahun 2017 sudah menebarkan sebanyak 700 ribu benih ikan yang dilakukan di 59 titik perairaan umum yang ada di Banyumas, termasuk hari ini 20 ribu benih,” kata dia.(kim)

Komentar

komentar

BAGIKAN