Bupati Cilacap : Kegiatan 2019 Jangan Cuma Copas!

CILACAP, SATELITPOST-Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji meminta agar kegiatan yang akan dilaksanakan pada tahun 2019 nanti merupakan program-program yang diprioritaskan. Bukan kegiatan yang hanya salinan dari tahun-tahun sebelumnya.

“Saya minta kepada wabup dan sekda untuk memprioritaskan kegiatan yang benar-benar, bukan ‘copas’ dan bagi-bagi anggaran saja. Jadi apa yang kita laksanakan benar-benar bisa bermanfaat dan dipertangungjawabkan,” ujar Bupati pada saat Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Cilacap Tahun 2019, di Aula Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kabupaten Cilacap, Kamis (25/1).

Selain itu, Bupati juga mengingatkan jika program kerja yang dilakukan oleh pemkab akan terkoneksi langsung ke pusat. Sehingga semua kegiatan yang ada di Cilcap menjadi perhatian khusus. Karena itu, bupati meminta agar SKPD selalu melaporkan progress kegiatan secara berkala sebagai evaluasi dan pengawasan pembangunan.

“Rekanan yang tidak bisa melaksanakan pekerjaan nanti kita blacklist, dan ini harus dilakukan secara konsisten,” katanya.

Plt Sekretaris Daerah Cilacap, Drs Farid Ma’ruf MM juga menegaskan tidak boleh ada bagi-bagi (pekerjaan) baik di SKPD maupun di dewan. Hal ini dilakukan agar pekerjaan yang dilakukan bisa dilaksanakan secara maksimal terkait dengan anggaran.

“Bagi dewan juga usulan hasil reses yang diprioritaskan merupakan usulan yang spektakuler,” ujarnya.

Pada tahun 2019 mendatang, pembangunan yang diprioritaskan di Cilacap di antaranya pilar pendidikan dengan pembangunan Puskesmas, minimal satu kecamatan sudah ada Puskesmas Rawat Inap. Selain itu untuk infrastruktur jalan-jalan sudah di-rigid beton atau minimal di-hotmik. Selain itu juga ada pembangunan ruang terbuka hijau di masing-masing kecamatan. Serta adanya pengamanan aset pemkab.

Ketua DPRD Cilacap, Taswan juga menyampaikan, dalam penyusunan RKPD 2019 ini harus menitik beratkan pada enam urusan wajib. Di antaranya pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum dan tata ruang, pemukiman, ketertiban umum dan perlindungan msyarakat serta keadilan sosial.

“Harapannya ada sinkronisasi antara TAPD dengan banggar, agar rancangan kerja dapat lebih sempurna,” ujarnya.

Dalam paparannya Kepala Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Cilacap Subiharto mengatakan untuk kemampuan riil keuangan Pemkab Cilacap pada APBD Tahun Anggaran 2019 sebesar Rp 849 miliar. Hal ini berdasarkan proyeksi peneriman pendapatan dan pembiayan sebesar Rp 3.108.371.711.272 dikurangi belanja dan pengeluaran pembiayaan yang wajib dan mengikat serta prioritas utama senilai Rp 2.259.341.390.952. (ale)