BUPATI Banyumas, Ir Achmad Husein menyerahkan tanaman hias dalam acara Gerakan Bersama Purwokerto Bebas Kumuh 2019 di Grumbul Sokawera, Kelurahan Berkoh, Purwokerto.

PURWOKERTO, SATELITPOST-Anggota Komisi D DPRD Banyumas, Yoga Sugama mengapresiasi sekaligus mengkritik langkah Bupati Banyumas, Ir Achmad Husein mendeklarasikan Purwokerto Kota Bebas Kumuh. Sebab, selama dalam empat tahun terakhir kebersihan dan lingkungan sehat Kota Purwokerto tidak membaik.

“Kami mengapresiasi Bupati mendorong masyarakat agar Purwokerto atau wilayah di Kabupaten Banyumas terwujud lingkungan yang sehat. Bersih dan tidak kumuh. Namun yang dideklarasikan dengan yang terjadi bertolak belakang,” kata Yoga Sugama, kemarin (15/9).

Kami mengapresiasi Bupati mendorong masyarakat agar Purwokerto atau wilayah di Kabupaten Banyumas terwujud lingkungan yang sehat. Bersih dan tidak kumuh. Namun yang dideklarasikan dengan yang terjadi bertolak belakang

Yoga Sugama
Anggota Komisi D DPRD Banyumas,

Ia menyarankan, sebaiknya Bupati terlebih dahulu melakukan evaluasi kerja Pemkab Banyumas terkait terciptanya lingkungan yang sehat di Banyumas. Sebab, selama ini dalam pengawasan dan pantauan Komisi D DPRD, untuk Purwokerto saja masih sampah dan kekumuhan kota tampak di berbagai tempat.

“Paling gampang, GOR Satria sebagai ruang publik kesehatan, tempat warga kota berolahraga saja masih sangat kumuh. Dan banyak pemukiman dengan sampah terbuang di mana-mana,” kata dia.

Ia mencontohkan, tiga sungai yang mengalir melewati sekitar Purwokerto sudah dipenuhi sampah. Sungai Banjaran, Sungai Pelus dan Sungai Kalibener, lihat saja isinya sampah,” kata dia.

Ia menyarankan agar Bupati turun ke lapangan, melakukan peninjauan dan kontrol langsung apa yang terjadi sebenarnya di sekitar Purwokerto dan wilayah Banyumas secara umum. “Jadi tidak hanya deklarasi dan acara seremonial saja. Turun ke lapangan, lihat langsung faktanya. Perairan yang tercemar dan kekumuhan kota itu terlihat jelas. Purwokerto kota yang tidak luas,” kata dia.

Begitupula menurut Yanuar Mukri, warga Jl Warga Bakti di sebelah selatan GOR Satria. Ia mengatakan, sampah dan penataan GOR Satria masih jauh dari ramah kesehatan. “Fasilitas umum seperti toilet di GOR saja tidak terawat. Saya tidak yakin kalau kebersihan jadi perhatian pemerintah,” kata dia.

Wahyu warga Kelurahan Kober, Purwokerto barat juga mengatakan sungai Banjaran yang melintasi dekat rumahnya sudah dipenuhi sampah. Sampah dibuang ke sungai, kata dia, bisa disaksikan dimulai dari Kelurahan Purwanegara, Purwokerto Utara sampai Desa Kedungwringin, Karanglewas.

“Sungai banjaran dari Watumas sampai Kedungwringin itu sampahnya sudah tidak terkontrol. Airnya bau, tapi masih saja banyak yang mandi di sungai itu walaupun ada banyak sampah plastik dan bangkai hewan yang lewat,” kata dia.(auliaelhakim@gmail.com)

Komentar

komentar