Budhi Sarwono Bupati Banjarnegara

BANJARNEGARA, SATELITPOST-Bupati Budhi Sarwono meminta Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD), memastikan ketersediaan bahan pokok bagi pengungsi bencana longsor di Dusun Pramen dan Dusun Sikoneng, di Desa Bantar serta warga terisolir di Desa Suwidak, Kecamatan Wanayasa.

“Kami harus memastikan kebutuhan pokok pengungsi terpenuhi, jangan sampai kekurangan,” kata Bupati Budhi Sarwono, saat dialog dengan warga Desa Suwidak, di balai desa setempat, Jum’at (12/1).

Sebagai tindakan darurat, secara pribadi bupati yang akrab disapa Wing Cin menyumbangkan tiga ton beras serta 10 krat telur ayam untuk lauk bagi pengungsi dan relawan. Pada kesempatan tersebut, disalurkan juga bantuan 200 tabung gas elpiji 3 kilogram dari Ketua Yayasan Asri Mandiri, Laksmi Indaryani.

“BPBD segera berkordinasi dengan Pemkab, segera melapor jika memang kekurangan kebutuhan pokok bagi pengungsi. Jangan sampai mereka kekurangan, apalagi yang terisolasi dan tidak bisa membeli kebutuhan pokok karena terkendala akses jalan yang terputus,” katanya.

Bupati Wing Cin juga meminta kepala desa segera mengatur bantuan tersebut. Dia mewanti-wanti, jangan sampai bantuan tersebut justru menimbulkan kegaduhan.

“Kades dan relawan harus jeli membagi kebutuhan pokok bagi pengungsi dan warga yang terisolir,” ujarnya.

Bupati Wing Cin juga  berjanji akan all out menangangi bencana longsor di Desa Bantar dan Desa Suwidak. Selain kebutuhan pokok, akses jalan juga menjadi prioritas utama, karena masyarakat sangat membutuhkannya untuk berbagai keperluan.

Kepala Pelaksanan Harian BPBD Banjarnegara, Arif Rahman mengatakan, sebelumnya stok kebutuhan pokok di daerah terisolir sudah mulai habis. Sehingga, warga Desa Suwidak dan Dusun Sikoneng di Desa Bantar sempat terpaksa berjalan kaki menembus jalan berlumpur sepanjang tiga kilometer menuju pasar untuk membeli kebutuhan pokok.

“Sesegera mungkin kami akan berkoordinasi untuk memperbaiki akses jalan yang ada sekarang, minimal  aman dulu untuk dilalui warga. Baik berjalan kaki atau menggunakan sepeda motor,” katanya.

Arif menambahkan, hingga saat ini tanah di Desa Bantar masih terus bergerak. Sehingga, warga dari Desa Suwidak dan Dusun Sikenong di Desa Bantar, masih terisolir. (oelsatriapos@yahoo.com)