Peserta mengikuti audisi bulutangkis yang diadakan PB Djarum di GOR Satria Purwokerto, Minggu (8/9). SATELITPOST/ANANG FIRMANSYAH

PURWOKERTO, SATELITPOST-Tudingan komersialisasi anak-anak dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) terhadap PB Djarum membuat upaya penjaringan atlet tersebut dihentikan tahun 2020 mendatang.

Hal tersebut pun disayangkan oleh peraih medali emas Olimpiade Brazil 2016, Liliyana Natsir. Menurutnya, hilangnya audisi tersebut akan memutus mata rantai penjaringan atlet bulutangkis masa depan.

Ia mengaku sedih membayangkan hilangnya Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis  PB Djarum. “Sedih, karena dulu saya mulai merintis menjadi atlet bulutangkis di Manado memang belum ada audisi seperti saat ini,” kata dia saat memantau audisi di GOR Satria Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Minggu (8/9).

Menurutnya apa yang dilakukan PB Djarum selama ini adalah hal yang baik. Sebab, mereka mampu memberikan fasilitas bagi atlet dengan kondisi keuangan keluarga yang pas-pasan.

Sebagai mantan atlet, ia berharap audisi tetap bisa diselenggarakan. Karena audisi ini ikut menjaga asa dan mimpi anak menjadi pemain dunia.  “Saya berharap ada solusi. Mungkin ada strategi lain dari PB Djarum. Kecil kemungkinan tanpa ada audisi, atlet yang di daerah sulit terpantau,” katanya.

Senada dengan Butet, tak sedikit otangtua yang menyayangkan hilangnya audisi ini.  Nuryani, satu dari orangtua yang mengikutkan anaknya dalam audisi ini berharap, keputusan untuk menghentikan kegiatan tersebut dipertimbangkan kembali.

“Saya jauh-jauh dari Banjarnegara tadi berangkat jam 6 terus baru pagi tadi mendengar kabar penghentian mulai tahun depan. Sayang sebenarnya mas, karena dengan kegiatan ini sangat meringankan beban orangtua untuk menyalurkan bakat anak. Anak juga tidak ada paksaan bermain bulutangkis. Memang bakat dan kemauannya dia sendiri. Jadi ya tolong dipertimbangkan lagi, karena bulutangkis juga cabang olahraga yang dapat mengharumkan nama Indonesia di dunia Internasional,” katanya.

Ia mengungkapkan dengan olahraga bulutangkis juga sebagai salah satu solusi mengurangi anaknya ketergantungan dengan gajet. (anang@satelitpost.com)