CILACAP, SATELITPOST-Berdasarkan data dari Dinas Pendidikan dan kebudayaan (P dan K) Kabupaten Cilacap, ratusan siswa Sekolah Menangah Pertama (SMP) harus mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) susulan karena trouble server, Jumat (26/4).

 

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas P dan K Kabupaten Cilacap Nunung Sugiono mengatakan, pada hari pertama UNBK tingkat SMP/MTs ada sebanyak 209 siswa yang tidak bisa mengikuti ujian dan harus melakukan susulan. Hal tersebut dikarenakan ada yang sakit, tanpa keterangan, meninggal dunia, mengundurkan diri dan trouble server.

 

“Hari pertama anak-anak kita di SMP/MTs yang tidak bisa mengikuti UNBK karena ada halangan sebanyak 209, terdiri dari 196 siswa SMP dan 13 siswa MTs. Tetapi mereka akan mengikuti susulan pada hari Senin 29 April dan Selasa 30 April 2019,” katanya.

 

Dari jumlah yang tidak mengikuti UNBK tersebut, karena sakit ada 8 siswa, tanpa keterangan 3 siswa, meninggal dunia 2 siswa, mengundurkan diri 70 siswa, dan trouble server sebanyak 126 siswa. Ada 2 sekolah yang mengalmi trouble server yakni SMPN 2 Jeruklegi dan SMP PGRI Bantarsari.

 

“Susulan akan dilakukan secara serentak di masing-masing sekolah. Satu hari ada dua mata pelajaran, berturut-turut yakni Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, dan IPA,” katanya.

 

Menurutnya, susulan UNBK ini bisa dilakukan di masing-masing sekolah karena jumlah yang mengikuti tidak terlalu banyak. Ketersediaan komputer tidak terlalu berpengaruh termasuk yang sebelumnya masih menumpang. Namun tetap ada pengawas, proktor, dan lain sebagainya seperti UNBK sebelumnya.

 

Insyaallah tetap kita layani dengan baik dan tidak perlu khawatir, bobot soal yang disediakan juga sama,” kata dia.

 

Lebih lanjut, kata Nunung, bahwa data tersebut baru siswa yang tidak bisa mengikuti UNBK hari pertama. Untuk hari berikutnya ada juga yang tidak bisa ikut, namun jumlahnya tidak sebayak seperti di hari pertama, katena ujian juga berjalan dengan cukup baik. (andrian@satelitpost.com)