CILACAP, SATELITPOST – Penemuan Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) di Kabupaten Cilacap dinilai masih membutuhkan kepedulian dari semua unsur masyarakat terkait. Karena hingga saat ini angka temuanya belum mencapai estimasi yang sudah ditentukan, Rabu (4/12).

Hal tersebut diungkapkan Manajer Kasus Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Cilacap, Rubino Sriadji. Menurutnya dalam menemukan ODHA perlu kesadaran langsung dari masyarakat dan keluarga.

“Estimasi data akumulasi penemuan ODHA 1762 kasus, temuan kasus saat ini sudah menyentuh angka 1526 kasus,” katanya

Temuan kasus pada tahun 2019 hingga triwulan ketiga ada sebanyak 155 kasus, angka tersebut lebih rendah dibanding tahun 2018 yang mencapai 277 kasus. Tahun ini terdata ODHA berstatus ASN ada sekitar 22 orang, anak 19 orang, calon pengantin 64 orang dan lainnya.

“Temuan terus bertambah pada kasus calon pengantin, indikasinya sangat jelas bahwa saat ini HIV-AIDS sudah masuk dalam struktur keluarga. Sementara benteng ketahanan negara juga dari keluarga,” ujarnya.

Sampai dengan saat ini, upaya dalam menemukan kasus HIV/AIDS masih dilakukan menggunakan metode VCT (voluntary counselling and testing), sesuai dengan Perda penanggulangan AIDS Kabupaten Cilacap No 2 Tahun 2015. Dimana calon pengantin wajib mengikuti.

“Dalam upaya perlindungan, proporsi jumlah yang terinfeksi HIV calon pengantin antara laki-laki dan perempuan hampir seimbang, kebanyakan mereka tetap jadi menikah. Ada sekitar 3 pasang catin yang akhirnya mempertimbangkan untuk lanjut ke jenjang pernikahan karena sakit juga,” ujar dia. (and)