CILACAP, SATELITPOST-Badan Narkotika Nasional Kabupaten Cilacap menggaet Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dan GP Ansor Cilacap menjadi pegiat narkoba. Sehingga mereka bisa membantu pemerintah untuk membendung dan membentengi generasi penerus bangsa dari pengaruh bahaya narkoba.

 

Untuk bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat, BNNK memberikan pelatihan kepada sekitar 20 anggota Banser dan GP Ansor Cilacap dalam Bimbingan Teknis Penggiat Antinarkoba yang digelar di Ruang Wijayakusuma Hotel Mutiara Cilacap, Rabu-Kamis (8-9/8).

 

“Harapannya mereka akan menjadi penyuluh, dan penggiat antinarkoba di lingkungannya. Untuk mmeberikan pemahaman kepada masyarakat dan sekitarnya tentang bahaya narkoba,” ujar Kepala BNNK Cilacap, Ajun Komisaris Besar Polisi Triatmo Hamardiyono, Rabu kemarin.

Nantinya tidak hanya Banser dan GP Ansor yang diajak untuk menjadi penggiat antinarkoba. Tetapi, BNNK Cilacap juga akan mengajak organisasi masyarakat lainnya, untuk menjadi penggiat narkoba.

 

“Pencegahan dan penanggulangan bahaya narkoba ini menjadi tanggung jawab bersama, kewajiban kita semua untuk mencegah bahaya narkoba. Kita awali dengan Banser ini,” katanya didampingi Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat, Parwito SSos MM.

 

Selama dua hari, para anggota Banser ini mendapatkan berbagai materi mulai dari Kebijakan dan Strategi Nasional dalam upaya P4GN oleh AKBP Triatmo Hamardiyono, materi tentang Dinamika Kelompok dan Pengadahan Program oleh Kasi P2M Parwito, materi teori dan praktik Public Speaking oleh praktisi Erna Juliana, materi Aspek Hukum dalam pemberantasan Narkoba oleh Kasat Narkoba Polres Cilacap AKP Kolis Salis Hirmawan.

 

Kasat Korcab Banser Kabupaten Cilacap, Jamaluddin mengatakan, jika pihaknya akan serius mengikuti pelatihan yang diberikan oleh BNNK Cilacap. Sehingga nantinya ikut membantu pemerintah untuk mengurangi pengguna narkoba, membendung, serta membentengi generasi penerus dari pengaruh bahaya narkoba.

 

“Dengan mengikuti pelatihan ini, kami juga bisa menjadi corong sampai ke bawah dengan bahaya narkoba itu sendiri. Bagaimana kita bisa lepas dari hal itu kalau tidak sampai ke akar, arus bawah, harus disambangi agat tahu bahaya narkoba,” ujarnya.

 

Apalagi, saat ini sangat banyak sekali jenis narkoba. Tidak semua masyarakat tahu obat-obat yang dikategorikan narkoba. Karena itu usai pelatihan ini, pihaknya benar-benar akan turun ke bawah dan melakukan penyuluhan kepada masyarakat.

 

Selain kepada masyarakat, Jamaludin mengatakan, jika juga akan melakukan penyuluhan kepada anggotanya. Jangan sampai anggotanya ada yang terlibat dalam pengaruh bahaya narkoba.

 

“Jangankan sampai terlibat narkoba kalau ada yang berurusan dengan miras, maka akan ditindaklanjuti secara serius, bisa pencabutan hak-hak ke Banser.  Alhamdulillah kita belum menemukan ada yang terlibat,” katanya. (ale)