SEJUMLAH buruh datang pada pembahasan UMK tahun 2020 yang dilakukan oleh Dewan Pengupahan Kabuparen Cilacap di Aula Kantor Dinas Ketenagakerjaan dan Perindustrian, Selasa (22/10).

CILACAP, SATELITPOST-Dewan Pengupahan Kabupaten Cilacap melakukan rapat pembahasan Upah Minimum Kabupaten Cilacap tahun 2020, di aula Kantor Dinas Ketenagakerjaan dan Perindustrian Kabupaten Cilacap, Selasa (22/10). Belum ada keputusan satu angka pada pembahasan UMK 2020.

 

Ada tiga usulan angka yang diajukan oleh masing-masing unsur, mulai dari DPK Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Cilacap, usulan Pemkab Cilacap dan usulan dari serikat pekerja.

 

Tiga angka yang diusulkan kepada Bupati Cilacap yakni usulan Apindo sebesar Rp 2.105.418 dengan pertimbangan kenaikan inflasi dan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Cilacap, sebesar 5,8 persen. Usulan pemkab sebesar Rp 2.158.327, yang mengacu kepada Peraturan Pemerintah Nomor  78 Tahun 2015 tentang Pengupahan dengan kenaikan inflasi dan perumbuhan ekonomi sebesar 8,51 persen. Serta usulan dari serikat pekerja dengan angka Rp 2.305.318, dengan pertimbangan hasil survei kebutuhan hidup layak (KHL) sebesar 15,9 persen.

 

Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Perindustrian Kabupaten Cilacap Dikdik Nugraha mengatakan jika tiga angka rekomendasi dari dewan pengupahan ini akan diserahkan kepada Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji.

“Sudah ada kesepakatan, meski belum menghasilkan keputusan, tiga opsi ini akan kami usulkan kepada bupati mudah-mudahan ada keputusan secepatnya agar segera diusulkan kepada Gubernur Jawa Tengah,” ujar Dikdik yang juga sebagai Ketua Dewan Pengupahan Kabupaten Cilacap.

 

Dikdik mengatakan jika dimintai pendapat oleh bupati, pihaknya akan memberikan masukan sesuai dengan regulasi dari pemerintah pusat. Yakni sesuai dengan PP 78 tahun 2015, dengan angka 8,51 persen.

 

Ketua Apindo Cilacap Budi Sadewo mengatakan jika kenaikan disesuaikan dengan inflasi dan pertumbuhan ekonomi yang ada di Kabupaten Cilacap.  Bukan mengikuti inflasi dan pertumbuhan ekonomi di tingkat nasional sesuai dengan PP 78 tahun 2015.

 

“Kami ingin agar kenaikan sesuai dengan inflasi dan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Cilacap sebesar 5,85 persen, ini sesuai dengan perhitungan BPS,” ujarnya.

 

Meskipun demikian, kata dia, apapun keputusan Bupati Apindo sepakat dan mematuhi apa yang menjadi keputusan. “Kita sudah sepakat, bupati menentukan yang mana kita akan oke saja,” katanya.

 

Sementara itu, perwakilan Serikat Pekerja di Dewan Pengupahan Joko Waluyo mengatakan jika usulan kenaikan angka 15,9 persen, sesuai dengan hasil survei KHL di Kabupaten Cilacap.

 

“Pertimbangaan lain, karena dalam penetapan UMK 2019 banyak sekali kabupaten/kota  di Jawa Tengah yang juga menetapkan angka UMK diatas PP 78 tahun 2015, mereka bisa kenapa Cilacap tidak bisa , Cilacap punya investasi yang besar,” ujarnya.

 

Joko mengatakan berdasarkan data investasi dari DPMPTSP Kabupaten Cilacap selama tahun 2018 dan semester 1 tahun 2019, Cilacap selalu menempati posisi 2 kabupaten di Jawa Tengah dengan investasi terbesar, dibawah Kota Semarang. Akan tetapi kenyataannya, UMK masih berada diurutan ke-6 di Jawa Tengah.

 

Selain itu, kata dia angka tersebut juga berdasarkan dari data yang dikeluarkan oleh BPS tentang indeks pembangunan manusia di Cilacap. Dimana pengeluaran perkapita penduduk Cilacap, pada akhir tahun 2018 sebesar Rp 855 ribu/tahun.

 

“Artinya jika nanti ada buruh yang mendapat gaji sesuai UMK, kalau punya anak satu saja harus nombok. Meskipun dalam aturannya UMK itu untuk buruh lajang, tetapi dalam praktiknya di lapangan menjadi upah standar yang dibayarkan kepada pekerja lajang maupun yang sudah berkeluarga,” katanya.

 

Serikat Pekerja, kata dia akan terus mengawal angka yang diusulkan ini kepada Bupati dan sampai nanti ditetapoak di Gubernur Jawa Tengah. “Jadi entah hasilnya seperti apa, tapi kami siap mengawal angka usulan kita sampai ke gubernur,” ujarnya.

 

Dewan Pengupahan yang hadir dalam rapat pembahasan kemarin di antaranya dari unsur pemerintah, unsur pengusaha, unsur pekerja dan juga unsur perguruan tinggi. Serikat pekerja juga membawa serta para perwakilan buruh, mereka juga membawa berbagai tulisan, satu di antaranya ‘Idealnya UMK Cilacap Rp 3,4 Juta Merujuk Data BPS’. (ale@satelitpost.com)